Laju Pertumbuhan Penduduk dan Potensi Lapangan Kerja, Yaqob: Pemerintah Wajib Antisipasi
NUSSA.CO, SAMARINDA – DPRD Samarinda menyoroti ketimoangan pertumbuhan jumlah penduduk dengan ketersediaan lapangan kerja di Kota Tepian. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah, agar tidak memicu ledakan angka pengangguran.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Yakob Pangedongan menerangkan, Samarinda saat ini terus mengalami pertambahan penduduk, yang di satu sisi menjadi potensi bagi pembangunan daerah.
Namun, peningkatan jumlah penduduk juga menghadirkan tantangan besar, apabila tidak diimbangi dengan pembukaan lapangan kerja baru.
“Penambahan penduduk saya kira dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi potensi serapan tenaga kerja, maka perlu diperhatikan apakah pertambahan penduduk itu seimbang dengan jumlah lapangan kerja yang ada saat ini,” kata Yakob, di DPRD Samarinda, Kamis (18/6) siang.
Ia juga mengingatkan pemerintah mulai memikirkan dampak pasca pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya terhadap serapa tenaga kerja diberbagai proyek pembangunan.
Menurutnya, ribuan pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN berpotensi menghadapi persoalan baru. Karenanya pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif.
“Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana kondisi mereka setelah pembangunan itu selesai. Ini harus menjadi perhatian ke depan, karena penambahan penduduk dan lapangan kerja yang tersedia belum seimbang,” lanjut Yakob.
Selain itu, pemerintah daerah juga dituntut untuk membuka lebih banyak peluang investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Kehadiran perusahaan-perusahaan baru menjadi salah satu solusi untuk menyerap tenaga kerja, dan mengurangi potensi pengangguran.
“Maka kita juga harus membuka lapangan kerja melalui perusahaan-perusahaan yang bisa mencetak dan menyerap tenaga kerja baru,” lanjutnya.
Ke depan, politisi NasDem ini berharap pertumbuhan penduduk di Samarinda dapat diimbangi dengan perluasan kesempatan kerja, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Karena itu perlu dihitung berapa persen tenaga kerja lokal yang diakomodir. Jangan sampai masyarakat kita justru kalah bersaing di daerah sendiri,” tutup Yaqob. *)
Tinggalkan Balasan