Mengenal Sosok Hj. Sriyanti Dg Parebba, Kartini Pertama Jabat Ketua DPRD Tolitoli
Sosok Sederhana yang Enggan “Pisah Ranjang”, Eh…Pilih Suami Ikut Nge-Kos
“Pria mana yang tak suka, senyummu juwita, kalau ada yang tak suka, mungkin sedang goblok. Engkau baik, Engkau cantik, Kau wanita, Aku cinta. Mata indah bola pingpong, Masihkah kau kosong ? Bolehkah aku membelai
Hidungmu yang aduhai?
Sepenggal bait syair lagu sang legenda Iwan Fals berjudul “Mata Indah Bola Pingpong”, bisa sedikit ikut menggambarkan betapa anggunnya sosok Sriyanti Dg Parebba di mata sang suami, H. Amran H. Yahya-Bupati Tolitoli.
Seperti apa bait selanjutnya ?
Ahmad Hamdani, NUSSA.CO
Baru saja dilantik, Senin (23/09/2024), Hj. Sriyanti Dg Parebba menoreh sejarah baru di meja politik Kota Cengkeh. Namanya, baru saja terukir sebagai wanita pertama yang dilantik dan menduduki jabatan tertinggi lembaga terhormat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Jejak itu tidak mudah diraih, lika-liku dan suka duka panggung politik silih berganti menempa wanita kelahiran 1972—putri dari pasangan M.T Dg Parebba dan Hj. Dahman Abd. Rahman ini.
Didikan sang ayah–dikenal sebagai Bupati Penghubung di saat Tolitoli dan Buol masih satu wilayah teritorial, ikut mempengaruhi peran gandanya sebagai emak-emak di dapur, ibu dari anak-anaknya, rangkap pula sebagi pejabat. Klop…tak banyak wanita hebat yang mampu meramu amanah itu menjadi satu paket.
“Bagi saya pengabdian kepada suammi itu nomor satu, di luar itu adalah anugerah dariNya yang harus saya jaga sebaik-baiknya, karena pertanggungjawabannya dunia akhirat,” tutur Sriyanti, usai dilantik siang itu.
Berbalut batik sederhana, Sriyanti Dg Parebba sontak jadi selebriti dadakan, auranya seakan memancar sehingga banyak pasang mata yang ingin foto bareng.
“Ihhh….foto dong bu, ya bu ya…kapan lagi,” celetuk gadis-gadis muda kegirangan ingin dipeluk sang Kartini.
Disinggung soal akan ada fasilitas “wah” untuk pejabat nomor satu di parlemen, Sriyanti tak menampik jika itu adalah haknya. Namun, lagi-lagi hati terdalamnya lebih memilih hidup sederhana bersama suami dan anak-anak. Itu sudah lama dirasakannya saat menjadi istri kepala desa dahulu, bekasnya pun masih tertinggal di rumah keluarga besar H. Amran, di Kecamatan Dampal Selatan.
“Gak mas, saya lebih memilih tinggal bersama suami saya, pak bupati, soal tugas dan tanggungjawab dan pekerjaan, akan saya kerjakan sebaik-baiknya dengan bantuan dan dukungan bapak,” lirihnya sembari tersenyum.
Pria berkumis wajah mirip Andi Malarangeng (tokoh politik nasional)—H. Amran H. Yahya, rupanya punya prinsip hidup yang sama dengan istri. Dipastikan telah mengantongi izin cuti kampanye Pilkada 2024 terhitung 25 September 2024, H. Amran kabarnya telah menyiapkan rumah sederhana, di bilangan Baolan.
“Tanggal 25 September saya sudah harus angkat kaki dari rumah jabatan, karena cuti kampanye hingga 2 bulan, dan saya akan menyewa rumah. Nge-kos dululah kita pak, sementara lama,” ucapnya kelakar.
H. Amran berjanji akan senantiasa patuh pada aturan ketika cuti berjalan, tidak gunakan fasilitas negara, baik rumah dinas, kendaraan dinas, maupun atribut negara lainnya dalam jabatan bupati.
“Ibu ketua DPRD juga sama, mau ikut nge-kos sama saya, tinggalkan rumah jabatan ketua DPRD demi mengabdi kepada suami. Namun tugasnya sebagai wakil rakyat dipastikan akan tetap berjalan sebagaimana mestinya, wajib dan itu amanah rakyat,” sindir H. Amran yang disambut cubitan mesra istrinya itu.
Kehadiran sosok Sriyanti Dg Parebba di gedung DPRD bukan sulap sim salambim muncul begitu saja menjadi orang berpengaruh di dunia politik, di balik kesuksesannya itu ada peran H. Amran H. Yahya yang ikut mendidik tidak hanya sebagai istri yang patuh, tapi juga menjadi figur publik yang bisa menjadi contoh bagi rakyatnya, terutama bagi kaum perempuan.
Ayunan kakinya memang sudah mulai gemeretak gemulai, tak seenergik di usia mudanya. Tetapi, itu tak menghambatnya untuk terjun aktif sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Pembina Dharma Wanita, dan seabrek kegiatan perempuan lainnya. Pengajian ibu-bu pun pantang dilewati, pastinya demi menjaga tali silaturahmi. Demikian pula, H. Amran H Yahya selama menjabat cukup bersahaja, berjiwa sosial dan tak memandang rendah siapapun, mudah bergaul serta peduli dalam menyelesaikan persoalan rakyat,
Disinggung soal kolaborasi eksekutif dan legislatif yang selama ini dinilai banyak kalangan kurang harmonis, Sriyanti lagi-lagi tak menampik. Namun, wanita Kelahiran Ogotua ini, buru-buru mengklarifikasi.
“Ya insyaallah kami akan lebih harmonis lagi lan, kan nanti bisa bisik-bisik di rumah kalau ada persoalan daerah yang harus ditanganni cepat. Tuntas di kantor, tuntas pula di rumah, beres…..,” ucapnya ramah.
Pekerjaan Rumah (PR) Pemkab dan DPRD Tolitoli, diakuinya cukup banyak, butuh konsentrasi, kerjasama, dan kolaborasi apik untnuk membangun daerah ini. Sriyanti berharap, anggota DPRD yang baru saja dilantik termasuk dirinya sebagai ketua DPRD bersama bupati dan jajarannya akan lebih baik lagi mengembang tugas amanah, mengoptimalkan potensi alam daerah, menciptakan SDM yang berkualitas, terutama menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selama ini diakui memang sangat minim digarap.
“Potensi wisata, perikanan dan kelautan, pertanian serta perkebunan masih harus digarap kembali. Semua perlu kerja sama antara DPRD dan Pemkab, kita harus wujudkan itu,” tekadnya.
Kepiawaian Sriyanti Dg Parebba merangkul suara rakyat ternyata menular ke anak, Fauzan. Ia juga melenggang sebagai wakil rakyat dan telah dilantik sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Dari semua torehan yang dicapai Sriyanti dan keluarga, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, Klan Amran-Sriyanti yang sukses membangun dinasti politik di Kota Cengkeh patut diacungkan jempol, dan menjadi bukti bahwa kekuasaan yang merupakan anungerah dariNya bisa dimulai dari pintu niat mana saja, asalkan iklas mau bekerja demi kepentingan rakyat, bukan pribadi atau golongan. (**)
Tinggalkan Balasan