Moh. Yasin : Petani Balaesang Tolak Tambang Berkedok Galian C
NUSSA.CO, DONGGALA – Maraknya akitivitas tambang berkedok galian C, membuat masyarakat di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, semakin resah.
Pasalnya, di Kecamatan Balaesang sudah ada puluhan perusahaan tambang yang bergerak melakukan eksplorasi hingga eksploitasi dan bisa mengancam kawasan usaha pertanian dan perkebunan rakyat.
“Sudah ada puluhan perusahaan tambang di Balaesang, kami minta aparat penegak hukum tegas menangani hal ini. Karena, kami putra daerah tidak mau lagi dibohongi, tidak ada batu gajah di sana,” kritik Anggota DPRD Donggala, Moh. Yasin Lattaka SE, Sabtu (05/10/2024).
Kepada media ini, anggota DPRD Kabupaten Donggala yang baru saja terpilih pada periode tugas 2024-2029 dari Partai NasDem ini menumpahkan kekesalannya terhadap beroperasinya tambang galian C tersebut.
“Masyarakat Balaesang menolak perusahaan pertambangan berkedok galian C di daerah kami. Dan di daerah kami ini terkenal sebagai kawasan pertanian dan perkebunan, petanni lagi semangat mengelola cengkeh. Tidak ada itu batu gajah, yang ada hanya tanah merah, tanah subur yang cocok untuk pertanian,” serunya.
Yasin juga mengimbau kepada APH dan pemangku kepentingan agar menertibkan perusahaan tambang berkedok galian C, bila perlu tidak memberikan izin lagi kepada perusahaan yang hanya mengejar profit, sementara dampak kerusakan lingkungan malah diabaikan, sehingga dapat memicu terjadinya konflik sosial sesama penduduk di Balaesang Tanjung.
“Dengan tegas saya mengimbau kepada aparat keamanan dan pemangku kepentingan yakni Pemkab Donggala agar segera menertibkan aktivitas pertambangan berkedok galian C, dan kami mempertanyakan izin mereka, izin prinsip perusahaan, izin UKL dan UPL,” imbaunya.
Selain itu, ia melihat secara fakta di lapangan bahwa begitu banyaknya alat berat yang ada dalam perusahaan beroperasi di Balaesang Tanjung.
“Yang menjadi tandatanya besar, mengapa banyak kendaraan dan alat berat, sementara di kawasan lingkungan kami dominan merupakan kawasan pertanian. Di sisi lain, petani kita hanya punya alat pertanian sederhana. Petani menolak perusahaan tambang,” timpalnya.
Terakhir, Yasin berjanji setelah dilantik sebagai wakil rakyat di DPRD Donggala, akan bekerja maksimal serta berupaya mengawal dan menjaga usaha pertanian dan perkebunan di daerah, demi kemaslahatan dan kesejahteraan petani di Balaesang Tanjung. (adv)
Tinggalkan Balasan