Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya mencari solusi strategis dalam mengatasi permasalahan air bersih yang hingga kini masih menjadi tantangan utama di wilayah perkotaan maupun pinggiran. Salah satu terobosan terbaru dilakukan melalui pertemuan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dengan Ketua Dewan Penasihat KADIN Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan pimpinan Arsari Group.

Pertemuan yang digelar bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan manajemen Perumda Tirta Manuntung Balikpapan itu secara khusus membahas peluang kerja sama investasi di sektor penyediaan air bersih, mulai dari pengolahan hingga distribusi ke masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini kita mendapat kunjungan dari Bapak Hashim Djojohadikusumo. Kami berdiskusi mengenai banyak hal, khususnya terkait dukungan terhadap pembangunan Kalimantan Timur, dan yang utama adalah pemenuhan air bersih untuk warga Balikpapan,” ujar Wali Kota Rahmad Mas’ud.

Ia menjelaskan bahwa kesepahaman antara Pemerintah Kota dan Arsari Group dalam pertemuan ini menjadi langkah awal untuk segera mengimplementasikan program-program prioritas yang dapat mempercepat peningkatan cakupan layanan air bersih di Balikpapan.

Dalam kapasitasnya sebagai tokoh penting di KADIN, Hashim menyatakan komitmennya untuk membantu memperluas akses investasi nasional ke Balikpapan. Fokus utamanya adalah sektor infrastruktur dasar seperti air bersih dan energi yang menjadi kebutuhan utama dalam mendukung pertumbuhan wilayah. “Ini momentum penting untuk memperkuat komunikasi dengan dunia usaha demi mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Kami siap mengajak pelaku usaha nasional untuk ikut berkontribusi di Balikpapan,” tutur Hashim.

Wali Kota Rahmad menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang kota. Sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Perumda Tirta Manuntung sangat penting dalam menghadirkan solusi konkret.

Beberapa hal yang menjadi fokus kerja sama meliputi pengembangan sistem perpipaan, peningkatan kapasitas pengolahan air baku, serta perluasan distribusi layanan air bersih secara merata ke seluruh wilayah kota. Dengan begitu, masyarakat Balikpapan tidak lagi kesulitan memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau.

Selain memenuhi kebutuhan dasar warga, langkah ini juga dinilai sebagai bagian dari persiapan Balikpapan menyambut perannya sebagai pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketersediaan air bersih menjadi syarat mutlak dalam mendukung pertumbuhan wilayah dan daya saing kota di masa depan.

“Pemerintah Kota Balikpapan optimistis, dengan dukungan dari dunia usaha dan mitra strategis, kebutuhan air bersih bisa segera dipenuhi. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menyangkut kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” pungkas Rahmad Mas’ud. (ADv/DIskominfoBpp)