Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini bukan hanya persoalan teknologi atau ekonomi global, melainkan lunturnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Oleh sebab itu, ia menyerukan agar Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar dihidupkan sebagai landasan berpikir dan bertindak sehari-hari, sehingga dapat kuat melekat sebagai karakter ana bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat Wawali Bagus membuka kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, Rabu (4/6/2025). Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar, mahasiswa, dan tenaga pendidik dari berbagai institusi pendidikan di Balikpapan.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara atau simbol upacara. Ia adalah identitas, arah, dan kekuatan moral bangsa kita. Jika tidak ditanamkan sejak muda, maka keutuhan bangsa bisa goyah,” tegasnya dengan penuh semagat.

Ia menyampaikan bahwa generasi muda adalah pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. Namun, cita-cita tersebut tidak akan tercapai jika nilai-nilai Pancasila hanya menjadi slogan kosong. Lima sila yang tertuang dalam Pancasila, kata Bagus, harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik dalam ruang kelas, lingkungan sosial, maupun di media digital.

Bagus juga mengutip pesan Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa menguatkan ideologi Pancasila adalah bagian dari komitmen nasional untuk menjaga persatuan di tengah arus globalisasi dan kompetisi antarbangsa.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya peran guru, orang tua, dan semua institusi pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. “Tugas ini tidak cukup dibebankan ke sekolah saja. Ini tugas kolektif seluruh bangsa. Mari kita bangun karakter bangsa mulai dari rumah, dari sekolah, dari lingkungan,” ujarnya.

Melalui pemahaman yang benar tentang Pancasila, Bagus berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan kepedulian terhadap sesama. (Adv/DiskominfoBpp)