Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Proses pembebasan lahan di kawasan atas proyek Terowongan Samarinda yang hingga kini diduga belum sepenuhnya rampung mendapat perhatian serius dari DPRD Samarinda. Persoalan itu kembali mencuat setelah muncul informasi adanya pemasangan plang penjualan tanah di sekitar area terowongan.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno mengatakan belum melakukan pengecekan secara menyeluruh terkait informasi tersebut. Namun berdasarkan catatan yang dimiliki, masih terdapat proses pembebasan lahan yang belum selesai.

“Kami belum mengecek lebih jauh, tapi memang seingat saya masih ada proses pembebasan lahan di atas terowongan yang belum selesai,” ujar Jasno, Rabu (17/6).

Jasno menilai masyarakat memerlukan kepastian bahwa seluruh tahapan proyek, baik teknis maupun nonteknis, telah dituntaskan sebelum terowongan difungsikan secara penuh.

“Ketika terowongan ini sudah dimanfaatkan, semua hal, termasuk pembebasan lahan di atasnya, harus sudah jelas supaya tidak menimbulkan keraguan bagi masyarakat,” katanya.

Masalah izin lahan akan menjadi salah satu agenda yang dibahas Komisi III saat memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda dalam waktu dekat.

Senada, Abdul Rohim anggota Komisi III DPRD Samarinda juga menilai, meski tidak menjadi kendala utama dalam pengoperasian terowongan, penyelesaian status lahan tetap menjadi bagian penting dari kesiapan proyek secara keseluruhan.

“Ini memang bukan masalah teknis utama, tapi tetap harus diselesaikan agar masyarakat merasa yakin dan nyaman menggunakan terowongan,” ungkap Rohim.

Selain persoalan lahan, Komisi III DPRD Samarinda juga masih menyoroti proses perizinan dari pemerintah pusat yang menjadi salah satu syarat sebelum terowongan dapat difungsikan.

Rohim berharap seluruh aspek pendukung, mulai dari perizinan hingga pelestarian lahan, dapat segera dituntaskan sehingga operasional terowongan berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan memanfaatkannya.

“Semoga ini segera rampung, dan masyarakat bisa menikmati hasil pembangunan di Samarinda,” pungkasnya. *)