Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI – Dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta membahas dan merumuskan kebijakan teknis terkait isu perempuan dan anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah bersama DP3A Tolitoli, menggelar kegiatan rapat Koordinasi Teknis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakortek PPPA) Se-Sulawesi Tengah, Kamis (08/05/2025) di Aula Hotel Mitra Utama.

Rakor bertemakan “Perdaya Andi Menuju Sulawesi Tengah Nambaso” dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tolitoli, Kepala Dinas DP3A kabupaten/kota Se-Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tolitoli, kepala OPD, Forum Anak Daerah Se- Sulawesi Tengah.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Hi. Anwar Hafid MSi dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya menyampaikan apresiasi atas digelarnya Rakornis, sekaligus ucapan terima kasih kepada Pemkab Tolitoli yang telah bersedia menjadi tuan rumah tahun ini.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Sulawesi Tengah.

Lebih lanjut, Pemprov Sulteng melalui Dinas PPPA terus berkomunikasi untuk mendorong Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan semangat “Berani”.

Sembilan program yang diusung yaitu Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Sejahtera, Berani Lancar, Berani Menyala, Berani Makmur, Berani Barkah, Berani Harmoni, dan Berani Integritas menjadi prioritas dalam pembangunan Daerah.

Setiap program dirancang untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Perempuan dan Anak termasuk akses Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi serta Perlindungan dari kekerasan dan Eksploitasi. (adv)

Sumber. : Dinas Kominfo, Santik Kab. Tolitoli 

Artikel. : Alimuddin, SE

Redaktur Herlina SH

 Editor : Lukas Sara