Loadingtea

Makta: Pemilih Pindah Domisili dan Meninggal Pengaruhi Data DPT 

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Proses penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Balikpapan terus berjalan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan saat ini sedang melakukan rekapitulasi data untuk memastikan keakuratan jumlah pemilih yang akan terdaftar secara resmi dalam DPT. Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU Balikpapan, Makta, Rabu (18/9/2024).

“Kami masih dalam proses rekapitulasi, dan besok akan dilakukan penetapan resmi. Saat ini kami fokus pada hasil substitusi dari Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di tingkat kecamatan. Jumlah pastinya belum bisa saya pastikan karena proses ini masih berlangsung,” ujar Makta.

Makta mengungkapkan bahwa selama proses penyesuaian data, ada beberapa perubahan signifikan yang memengaruhi jumlah pemilih. Beberapa faktor yang memengaruhi berkurangnya jumlah pemilih adalah pemilih yang pindah domisili atau telah meninggal dunia, serta adanya warga luar kota yang kini berdomisili di Balikpapan dengan KTP Balikpapan.

“Beberapa perubahan terjadi karena ada warga yang pindah ke luar kota atau meninggal dunia. Kami juga memperbarui data untuk memasukkan warga luar kota yang sekarang tinggal di Balikpapan berdasarkan KTP mereka, sehingga mereka masuk dalam kategori pemilih di kota ini,” jelasnya.

Meski ada pengurangan, Makta memastikan bahwa proses rekapitulasi ini adalah bagian dari upaya KPU untuk menjaga keakuratan data. “Meskipun ada pengurangan, data yang kami olah akan lebih akurat dan mencerminkan kondisi terbaru dari pemilih di Balikpapan,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Makta juga menyebut bahwa pemilih usia muda mendominasi dalam klasifikasi pemilih di Balikpapan. “Pemilih muda, yang masuk dalam kelompok usia 17 hingga 35 tahun, merupakan kelompok yang paling dominan di Kota Balikpapan. Mereka adalah kekuatan besar dalam pemilu kali ini,” katanya.

Data pemilih dikelompokkan dalam beberapa kategori berdasarkan usia, jenis kelamin, dan domisili. Namun, hingga penetapan DPT esok hari, KPU Balikpapan masih menyempurnakan data tersebut untuk memastikan akurasi yang tinggi.

Makta juga menegaskan bahwa KPU telah melakukan analisis menyeluruh terhadap data pemilih untuk menghindari adanya data yang tidak valid atau ganda. Tim KPU secara proaktif menganalisis data invalid dan memperbaikinya sebelum penetapan DPT.

“Kami memantau secara ketat data-data yang berpotensi invalid. Jika ditemukan data yang tidak valid, kami segera melakukan pembenahan. Hingga saat ini, tidak ada masalah besar yang terdeteksi terkait keabsahan data pemilih,” terang Makta.

Makta menambahkan bahwa sejauh ini, proses rekapitulasi berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang signifikan. Setiap tanggapan atau masukan yang muncul selama proses rekapitulasi di tingkat kelurahan maupun kecamatan langsung ditindaklanjuti dan diselesaikan di tempat.

“Sampai saat ini, tidak ada kendala berarti. Semua tanggapan dan masukan yang muncul selama proses rekapitulasi langsung kami tangani, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Kami ingin memastikan bahwa data yang dipakai dalam DPT adalah yang paling akurat,” tegasnya.

Dengan proses rekapitulasi yang berlangsung besok, KPU Kota Balikpapan berharap penetapan DPT dapat berjalan lancar dan seluruh pemilih yang berhak dapat terdaftar dengan baik untuk Pilkada 2024. (*/yes)