Reses di Karang Rejo, Nelly Turallo Fokus pada Drainase dan Kesejahteraan Kader Kesehatan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Aspirasi warga Karang Rejo kembali mengemuka saat Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Tengah, Nelly Turallo, menggelar kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2024/2025 pada Kamis (28/8/2025). Pertemuan yang berlangsung di salah satu fasilitas warga ini dihadiri perwakilan dari 16 RT dan diwarnai dengan berbagai usulan, mulai dari masalah drainase, pendidikan, hingga kesejahteraan kader kesehatan.
Dalam forum reses tersebut, isu drainase mendominasi pembahasan. Warga menyampaikan bahwa meski sebagian besar jalan lingkungan di Karang Rejo sudah dalam kondisi baik, persoalan banjir akibat saluran yang tidak memadai masih menjadi masalah klasik.
“Memang usulan jalan hampir tidak ada, karena sudah banyak yang diperbaiki. Sekarang aspirasi warga lebih banyak bergeser ke masalah drainase, karena Karang Rejo ini memang rawan banjir,” jelas Nelly saat menanggapi aspirasi warga.
Selain soal drainase, warga juga menekankan pentingnya perhatian terhadap sektor kesehatan, terutama peran kader posyandu. Para kader ini dinilai sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu dan anak, namun insentif yang mereka terima masih sangat minim.
“Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan, tapi insentifnya kecil sekali, bahkan tidak cukup untuk ongkos transportasi. Ini harus menjadi perhatian,” ungkap Nelly.
Ia menjelaskan, DPRD bersama Dinas Kesehatan dan DP3AKB sudah membahas peningkatan insentif kader dan bahkan melakukan studi tiru ke daerah lain. Hasilnya, pemerintah mulai menaikkan besaran insentif, meskipun jumlahnya masih jauh dari ideal.
“Alhamdulillah sudah ada kenaikan sedikit. Memang belum cukup, tapi itu langkah awal. Saya akan terus dorong agar pemerintah lebih serius memperhatikan kader,” tegasnya.
Menariknya, jalannya reses sempat diwarnai ketegangan lantaran perwakilan dari pihak kelurahan hadir terlambat. Nelly mengaku kecewa karena menurutnya kehadiran lurah atau perwakilannya sangat penting untuk mendengar langsung keluhan warga.
“Masa undangan sudah disebar, tapi perwakilan kelurahan datang terlambat. Padahal ini kesempatan bagus, ada 16 RT kumpul semua. Pejabat seharusnya memberi ruang lebih banyak untuk mendengar warga,” ujarnya dengan nada tegas.
Reses ini ditutup dengan komitmen Nelly untuk menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan warga, baik terkait pembangunan drainase, peningkatan layanan kesehatan, maupun dukungan terhadap kader posyandu. Ia menegaskan, semua masukan akan diperjuangkan melalui mekanisme dewan agar benar-benar terakomodasi dalam kebijakan pemerintah kota. (Adv)
Tinggalkan Balasan