Sufyan Jufri Soroti Nasib Pelaku Musik Saat Ramadan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pembatasan aktivitas hiburan selama Ramadan menjadi perdebatan di berbagai daerah, termasuk di Balikpapan. Bagi para pelaku seni musik, aturan ini berpotensi menghentikan pemasukan mereka selama satu bulan penuh. Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri, menyoroti pentingnya keseimbangan antara penghormatan terhadap bulan suci dan kelangsungan ekonomi para musisi.
Menurut Sofyan, banyak pelaku seni yang bergantung pada penghasilan dari panggung musik. Jika mereka benar-benar tidak diizinkan tampil selama Ramadan, kondisi ekonomi mereka bisa terganggu, apalagi menjelang Lebaran yang membutuhkan biaya tambahan. “Jangan sampai mereka tidak dapat pemasukan sama sekali selama sebulan penuh. Mereka juga butuh persiapan untuk Lebaran,” ujar Sofyan.
Ia mengusulkan agar ada event tertentu yang tetap memperbolehkan pertunjukan musik, terutama yang bernuansa religi. Dengan demikian, pelaku seni tetap bisa bekerja tanpa melanggar norma yang berlaku selama Ramadan. “Misalnya ada job panggung musik untuk lagu-lagu religi, itu kan sesuai. Jadi harus ada pertimbangan agar mereka tetap bisa bekerja,” tambahnya.
Namun, hingga saat ini, belum ada surat edaran resmi yang mengatur secara rinci tentang pembatasan hiburan selama Ramadan di Balikpapan. Sofyan menilai, sebelum aturan itu diterbitkan, masih ada ruang bagi stakeholder untuk berdiskusi dan mencari solusi yang tidak merugikan satu pihak.
Bagi pelaku seni, Ramadan seharusnya tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap berkarya. Oleh karena itu, perlu adanya musyawarah antara pemerintah, DPRD, dan komunitas seni agar kebijakan yang dikeluarkan bisa lebih adil dan mempertimbangkan semua aspek. (Adv)
Tinggalkan Balasan