Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan berencana mengembangkan kawasan Jembatan Manggar, Balikpapan Timur, sebagai pusat wisata kuliner berbasis hasil laut. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak sektor ekonomi lokal sekaligus menambah daya tarik wisata di wilayah tersebut.

Camat Balikpapan Timur, Mustamin, mengungkapkan bahwa kawasan Jembatan Manggar memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat kuliner yang menyajikan berbagai hidangan berbahan baku hasil laut segar. Letaknya yang strategis, berdekatan dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Manggar dan kawasan permukiman nelayan, menjadi nilai tambah yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan.

“Kami melihat potensi besar di kawasan ini, terutama karena dekat dengan TPI Manggar yang memiliki pasokan bahan baku segar. Jika ini terwujud, bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan menghidupkan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Mustamin.

Menurutnya, kawasan tersebut sangat potensial untuk menampung berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Dengan adanya pusat kuliner ini, warga setempat diharapkan dapat memperoleh peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Wacana pembangunan pusat wisata kuliner tersebut sebelumnya telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Balikpapan Timur pada awal Februari 2024. Dalam forum tersebut, masyarakat dan pelaku UMKM turut menyampaikan berbagai masukan terkait konsep pengembangan kawasan tersebut.

Mustamin berharap gagasan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak agar bisa segera direalisasikan. Ia optimistis jika proyek ini berjalan sesuai rencana, maka Jembatan Manggar akan menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menawarkan wisata kuliner, tetapi juga dapat mendukung pengembangan ekowisata di Balikpapan Timur.

“Kami berharap proyek ini bisa menggerakkan pelaku UMKM lokal, terutama yang bergerak di sektor kuliner berbasis hasil laut. Selain itu, kawasan ini juga berpotensi mendukung pengembangan ekowisata di Balikpapan Timur,” tambahnya.

Namun, Mustamin menegaskan bahwa rencana ini masih memerlukan kajian mendalam sebelum direalisasikan. Aspek infrastruktur, fasilitas pendukung, hingga pengelolaan limbah menjadi perhatian utama agar kawasan tersebut tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan.

Jika berhasil direalisasikan, pusat wisata kuliner ini diharapkan dapat menjadi ikon baru bagi Balikpapan Timur sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana melibatkan komunitas nelayan dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dalam pengembangan kawasan tersebut. Diharapkan, kolaborasi ini mampu menciptakan konsep wisata kuliner yang tidak hanya menarik dari segi cita rasa, tetapi juga memberikan edukasi tentang kekayaan hasil laut Balikpapan kepada para pengunjung.

Dengan konsep yang matang dan perencanaan yang baik, kawasan Jembatan Manggar diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan Timur (Adv/DiskominfoBpp)