Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Zainal Arifin, menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan semangat kerja jajaran pemerintah daerah dan pelayanan publik melalui prinsip “TAKA” dan manajemen “4T.” Ia menekankan pentingnya kerja sama seluruh jajaran untuk menghadapi berbagai tantangan di PPU, demi mencapai kesejahteraan masyarakat yang merata.

Zainal Arifin menilai semangat para pegawai di lingkungan Pemkab PPU sudah luar biasa, namun ia berharap energi ini terus meningkat. “Semangat yang sudah kita bangun selama ini jangan sampai kendor. Justru harus semakin kita tingkatkan agar PPU semakin membara dan berkembang,” ujar Zainal Arifin, Selasa (1/10/2024).

Sebagai bentuk dedikasi terhadap pelayanan publik, Zainal memperkenalkan kode “TAKA” yang meliputi prinsip Transparan, Akuntabel, Kompeten, dan Adaptif. “Mulai sekarang harus dihafalkan kode benuo TAKA. Transparan, Akuntabel, Kompeten, dan Adaptif. Harapannya, nilai-nilai ini dapat diterapkan dalam setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” jelasnya, menekankan pentingnya integritas dan kompetensi dalam menjalankan tugas.

Zainal, yang juga menjabat sebagai Direktur Konservasi Sumber Daya Tanah dan Air di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga menambahkan prinsip manajemen “4T,” yang terdiri dari Tata, Titi, Titis, dan Tatas, sebagai pedoman kerja bagi seluruh staf Pemkab PPU. “Tata berarti pekerjaan harus tertata dengan manajemen waktu yang baik, semuanya harus direncanakan dengan rapi,” paparnya.

Ia melanjutkan bahwa kata “Titi” mewakili pelaksanaan tugas secara teliti dan tepat sesuai rencana, sedangkan “Titis” berarti mampu mencapai target yang telah ditetapkan. Adapun “Tatas” adalah tuntas, yaitu menyelesaikan tugas dengan sempurna dan penuh tanggung jawab.

“Jadi, kita punya spirit TAKA dan manajemen 4T. Harapannya, ini akan menjadi pendorong semangat kita ke depan untuk bersama-sama membuat PPU yang sudah menyala semakin membara,” ungkapnya.

Di sela penyampaiannya, Zainal Arifin juga meminta agar para pegawai memanggilnya dengan sebutan “Mas Bupati” alih-alih “Pak Bupati,” untuk menciptakan suasana yang lebih akrab dan mengurangi kesenjangan antara pimpinan dan bawahan. “Mulai sekarang panggil saja Mas Bupati, supaya lebih dekat dan tidak terlihat kaku,” tutupnya dengan bercanda. (Adv/DiskominfoPPU)