Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) terus mendorong transformasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD). Untuk itu, DPMD menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi para kader di Sulawesi Selatan. Bimtek ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu.

Penjabat Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin, secara resmi membuka Bimtek secara daring pada Senin (21/10/2024). Bimtek ini mengangkat tema “Transformasi Posyandu Sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa dalam Pelayanan Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk Kesejahteraan Masyarakat.”

Zainal Arifin menegaskan, Bimtek ini langkah penting untuk memperbaiki manajemen dan pelayanan Posyandu.

“Posyandu kini menjadi mitra pemerintah desa yang penting dalam menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Posyandu tidak hanya berperan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan di desa.

“Sebagai bagian dari kewenangan desa, Posyandu memainkan peran penting dalam otonomi desa,” lanjutnya.

Zainal berharap peserta Bimtek dapat memahami kebijakan enam bidang SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Ia mengingatkan peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan itu dalam tugas mereka di lapangan.

Sementara itu, Pembina Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) PPU, Sri Kusuma Wanahyu, menegaskan bahwa Posyandu garda terdepan dalam meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat desa.

“Posyandu adalah pilar penting dalam pembangunan kesehatan di desa yang dikelola masyarakat,” ujar Sri Kusuma.

Ia berharap Bimtek ini dapat menyamakan pemahaman peserta tentang arah kebijakan Posyandu. Sinergi antarperangkat daerah sangat penting untuk menjalankan enam bidang SPM. Bidang tersebut meliputi kesehatan, sosial, pendidikan, Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), permukiman, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

“Sinergi ini penting untuk memastikan peningkatan kualitas pelayanan, terutama bagi kesehatan ibu dan anak,” tutupnya. (Adv/DiskominfoPPU)