Fauzi Adi Firmansyah Soroti Pentingnya CSR Bank Kaltimtara yang Berorientasi pada Masyarakat
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) terkait kajian akademik penyertaan modal Bank Kaltimtara, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menekankan pentingnya Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Kaltimtara yang berfokus pada kepentingan masyarakat.
FGD yang digelar di Hotel Grand Senyiur Balikpapan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk anggota DPRD dan perwakilan Bank Kaltimtara. Fauzi mengungkapkan bahwa dana penyertaan modal yang dialokasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kepada Bank Kaltimtara bersumber dari anggaran publik, sehingga keuntungan yang diperoleh dari CSR harus langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Uang yang diinvestasikan oleh Pemkot Balikpapan bukan milik pribadi, melainkan milik rakyat. Karena itu, manfaatnya pun harus dirasakan oleh masyarakat,” tegas Fauzi, Jumat 8 November 2024.
Pemerintah Kota Balikpapan, lanjut Fauzi, telah mengalokasikan dana sebesar Rp150 miliar sebagai penyertaan modal di Bank Kaltimtara. Fauzi berharap agar CSR dari bank tersebut dapat memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya menguntungkan pemerintah kota, tetapi juga menyasar program-program yang dapat langsung dinikmati oleh warga.
Fauzi juga menyoroti perlunya mempermudah akses masyarakat dalam mengakses program CSR Bank Kaltimtara. Ia menyatakan bahwa proses pengajuan dan persyaratan untuk mendapatkan bantuan CSR seharusnya tidak memberatkan masyarakat, khususnya bagi kalangan yang sangat membutuhkan bantuan.
“Program CSR seharusnya lebih maksimal dan inklusif, tidak terbatas hanya untuk kalangan pemerintah atau pejabat tertentu,” jelas Fauzi.
Sebagai wakil rakyat, Fauzi berharap agar program CSR Bank Kaltimtara dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan yang membutuhkan dukungan ekonomi. Ini, menurut Fauzi, adalah salah satu cara untuk memastikan dana publik yang diinvestasikan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Fauzi juga menegaskan bahwa penyertaan modal Pemkot Balikpapan ke Bank Kaltimtara disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah, tanpa ada kewajiban persentase tertentu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang harus disalurkan.
Meskipun kontribusi Pemkot Balikpapan lebih kecil dibandingkan dengan kontribusi Pemerintah Provinsi Kaltim yang mencapai Rp5 triliun, Fauzi tetap menilai komitmen ini signifikan dan penting bagi kemajuan daerah.
Di akhir acara, Fauzi mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam mengajukan program CSR yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Ia optimis bahwa dengan pengelolaan CSR yang transparan dan lebih menyentuh kebutuhan warga, Bank Kaltimtara dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kesejahteraan masyarakat Balikpapan, sekaligus mempererat hubungan antara sektor perbankan dan publik. (*/ADV/DPRD Balikpapan/her).
Tinggalkan Balasan