Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menekankan pentingnya diversifikasi destinasi wisata sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, meskipun Pantai Manggar selama ini menjadi salah satu sumber utama PAD dari sektor pariwisata, Balikpapan tidak boleh hanya bergantung pada satu destinasi wisata saja.

Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemanfaatan lahan hibah seluas 2 hektare di Batu Ampar untuk menciptakan destinasi wisata baru yang dapat menarik lebih banyak wisatawan. Fauzi yakin, dengan pengelolaan yang baik, potensi pariwisata Balikpapan dapat lebih optimal dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.

“Kita harus mengembangkan destinasi wisata lain di Balikpapan, seperti lahan di Batu Ampar, agar kontribusi PAD lebih merata dan tidak bergantung pada Pantai Manggar saja,” ujarnya, Jumat (24/1/2025)

Lebih lanjut, Fauzi menambahkan bahwa diversifikasi ini bukan hanya soal meningkatkan PAD, tetapi juga untuk memperkuat daya tarik wisata Balikpapan. Dengan adanya pengembangan destinasi baru, kota ini tidak hanya dikenal dengan wisata pantai, tetapi juga menawarkan variasi wisata lain yang dapat menarik wisatawan domestik maupun internasional.

Menurutnya, lahan seluas 2 hektare tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi area wisata yang unik, baik berupa taman rekreasi, wisata alam, maupun pusat kebudayaan yang bisa menjadi ikon baru bagi Balikpapan.

“Dengan pengelolaan yang baik dan keterlibatan berbagai pihak, seperti pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat lokal, Batu Ampar bisa menjadi destinasi unggulan yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata kota ini,” pungkasnya.

DPRD Balikpapan berharap wacana ini bisa segera direalisasikan dengan perencanaan yang matang, sehingga pembangunan sektor pariwisata kota dapat semakin berkembang dan berdampak positif bagi masyarakat. (Adv)