Budiono: Cabut Izin Pangkalan LPG yang Nakal!
Defisit 11 Ribu Metrik Ton, DPRD Minta Kuota LPG Subsidi Ditambah
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, menyoroti persoalan pemenuhan kebutuhan gas LPG 3 kg bersubsidi, yang hingga kini masih mengalami defisit sekitar 11 ribu metrik ton dari total kebutuhan masyarakat sebesar 30 ribu metrik ton.
Dalam rapat bersama pemerintah daerah dan Dinas Perdagangan (Disdag), terungkap bahwa realisasi distribusi oleh Pertamina Patraniaga baru mencapai 19 ribu metrik ton. Untuk menutupi kekurangan ini, Pertamina telah menggelar operasi pasar di berbagai kecamatan dengan alokasi lebih dari 10 ribu metrik ton.
Namun, Budiono menegaskan bahwa persoalan utama justru terletak pada pengawasan distribusi di tingkat pangkalan. Ia meminta agar Pertamina lebih ketat dalam mengontrol distribusi guna memastikan LPG subsidi benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.
“LPG 3 kg ini merupakan subsidi pemerintah untuk masyarakat tidak mampu. Jadi, yang tidak berhak seharusnya tidak membeli. Harus ada pengawasan ketat agar distribusi tidak salah sasaran,” tegasnya. Jumat (24/1/2025)
Selain itu, ia mengkritik praktik penjualan di luar pangkalan resmi, seperti di warung-warung yang tidak memiliki izin.
“Jika ada pangkalan yang nakal dan mendistribusikan LPG ke warung-warung, cabut saja izinnya. Pemerintah dan Pertamina harus tegas dalam menindak pelanggaran ini,” ujarnya.
Budiono berharap Pertamina Patraniaga dapat segera memenuhi kuota 30 ribu metrik ton agar kebutuhan masyarakat Balikpapan tercukupi. Selain itu, ia meminta agar aturan distribusi benar-benar ditegakkan agar tidak ada lagi penjualan ilegal di luar pangkalan resmi.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, dan masyarakat, diharapkan permasalahan distribusi LPG bersubsidi dapat diselesaikan secara tuntas dan tepat sasaran. (Adv)
Tinggalkan Balasan