Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA — Anggota DPRD Kalimantan Timur, Damayanti, mengimbau generasi muda untuk tidak terlena dalam kemajuan teknologi yang justru dapat menurunkan semangat belajar dan produktivitas. Ia menyuarakan keprihatinannya terhadap tren menurunnya motivasi belajar di kalangan anak muda akibat penggunaan teknologi secara tidak bijak.

“Saya ingin memberi motivasi kepada kalian. Sepuluh tahun mendatang, kalianlah yang akan mengambil alih peran kami. Tapi itu butuh tekad. Jangan cuma jadi penonton medsos sambil rebahan di kamar,” ujar Damayanti. Jum’at, (16/5/2025).

Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat bantu untuk mendorong kemajuan, bukan justru menjadikan generasi muda pasif, konsumtif, dan kehilangan arah.

Damayanti juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi generasi muda saat ini, termasuk derasnya arus informasi dan masuknya budaya asing melalui media digital.

Ia menilai hal itu menuntut anak muda untuk cerdas menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh tren yang tidak mendidik.

“Teknologi memiliki sisi baik dan buruk. Manfaatkan sisi baiknya, dan jauhi yang buruk. Jangan jadi budak teknologi hanya karena mengikuti tren yang tidak mendidik. Banyaklah membaca dan terus kembangkan diri,” ucapnya.

Lebih lanjut, politisi perempuan ini menekankan bahwa masa depan Indonesia, bahkan dalam lima tahun ke depan, sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dimiliki saat ini—terutama dari kalangan muda.

Ia mendorong generasi pelajar dan mahasiswa untuk menumbuhkan karakter kepemimpinan, semangat belajar yang tinggi, dan tekad kuat untuk membawa perubahan.

“Jangan hanya jadi generasi yang mengikuti arus. Jadilah generasi pemimpin. Itu semua harus dimulai dari niat dan usaha yang serius dari sekarang,” pungkasnya. (ADV)