Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Salehuddin, menaruh perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya di Kecamatan Tabang, Kembang Janggut, dan Kenohan.

Ia menilai pembangunan jalan yang berkualitas tinggi di kawasan ini penting untuk mendukung mobilitas warga dan keberlangsungan roda perekonomian lokal.

“Lebih baik kita bermahal-mahal dengan kualitas yang bagus, awet, tidak ada kerusakan dan segala macam. Itu lebih menunjang dan memastikan bahwa sarana prasarana itu untuk 5–10 tahun ke depan bisa dilaksanakan,” ujar Salehuddin. Jum’at, (16/5/2025).

Menurut legislator dari Fraksi Golkar itu, selama ini pembangunan infrastruktur di tiga kecamatan tersebut masih bersifat tambal sulam dan tidak tahan lama. Ia menyoroti elevasi jalan yang rendah, sehingga kerap menyebabkan genangan air saat musim hujan.

Salehuddin menegaskan bahwa wilayah Tabang, Kembang Janggut, dan Kenohan merupakan zona strategis ekonomi karena tingginya aktivitas di sektor pertambangan dan perkebunan.

Dengan demikian, pembangunan jalan yang baik tidak hanya soal pemerataan, tapi juga menyangkut efisiensi distribusi barang dan peningkatan kesejahteraan warga.

“Wilayah ini punya potensi ekonomi yang besar. Kalau jalannya rusak terus, distribusi terganggu, yang rugi bukan hanya masyarakat tapi juga sektor industri,” ujarnya.

Ia juga mendorong koordinasi lebih erat antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menjawab tantangan keterbatasan anggaran.

Meski kewenangan jalan tertentu berada di bawah kabupaten, Saleh menilai peran provinsi tetap vital dalam menyokong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.

“DPRD Kaltim selalu membuka ruang komunikasi. Tapi Pemkab juga harus aktif berkoordinasi dengan dinas-dinas provinsi, seperti Dinas PU, agar program strategis bisa berjalan terpadu,” ucapnya.

Saleh menutup dengan menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan infrastruktur di tingkat kabupaten akan berdampak langsung pada kemajuan pembangunan di tingkat provinsi.

“Karena kalau kabupatennya bagus, seluruh perusahaannya bagus, saya pikir juga itu akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan Provinsi,” pungkasnya. (ADV)