Fauzi Adi Firmansyah: Ketahanan Pangan Bukan Retorika, Tapi Kenyataan
Balikpapan Panen 34,5 Ton Jagung: Wujud Nyata Visi Ketahanan Pangan
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Komitmen mewujudkan kemandirian pangan di Kota Balikpapan semakin konkret. Panen Raya Jagung Serentak yang digelar di lahan pertanian produktif Jalan Soekarno Hatta KM 21, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, menjadi bukti nyata keseriusan berbagai pihak dalam mendorong swasembada pangan lokal. Kegiatan yang dilaksanakan Polda Kalimantan Timur pada, Kamis (5/6/2025) ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah.
“Ini bukan sekadar panen, tapi simbol semangat kemandirian pangan. Kita ingin Balikpapan mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam mencukupi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Adi di sela kegiatan.
Ia menegaskan, panen ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai bagian dari fondasi kedaulatan negara. Negara kuat adalah negara yang mampu menghidupi rakyatnya dari hasil bumi sendiri, tanpa ketergantungan pada impor.
Jagung yang dipanen merupakan varietas hibrida unggul Pertiwi, yang dikenal tahan terhadap penyakit seperti bulai, hawar, dan karat daun. Selain daya tahannya, varietas ini memiliki produktivitas tinggi dengan tongkol besar dan baris biji yang padat—menjadikannya cocok untuk iklim dan lahan di Kalimantan Timur.
Data dari panitia menunjukkan, jagung ditanam di atas lahan 22 hektare di Balikpapan, dan 8,25 hektare di antaranya telah dipanen dengan hasil mencapai 34,5 ton. Sementara kelompok tani Mekar Bakti turut berkontribusi dengan panen dari lahan 0,3 hektare dan estimasi produksi sebesar 1,2 ton.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat Forkopimda Balikpapan, tokoh masyarakat, serta kelompok tani dari berbagai wilayah. Menurut Adi, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program pangan berkelanjutan.
Ia secara khusus memuji peran Polda Kaltim sebagai mitra strategis yang mendorong pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. “Saya berharap inisiatif seperti ini terus dilanjutkan, bukan hanya di Balikpapan, tapi menjadi gerakan bersama secara nasional. Panen ini membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana, tetapi sedang kita bangun secara bertahap dan berkelanjutan,” tegasnya. (Adv)
Tinggalkan Balasan