30 UMKM Ikuti Pelatihan Olahan Bandeng, DKUMKMP Dorong Inovasi Produk Lokal
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Sebagai langkah konkret mendorong penguatan ekonomi lokal, Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan kembali menggelar pelatihan keterampilan usaha berbasis potensi daerah. Kali ini, pelatihan difokuskan pada pengolahan ikan bandeng yang menyasar 30 pelaku UMKM binaan, dengan harapan mereka mampu menghasilkan produk olahan unggulan yang berdaya saing di pasar.
Kegiatan berlangsung selama dua hari mulai Rabu (11/6/2025) di Rumah Makan Torani, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, dengan pendekatan kombinasi teori dan praktik langsung. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang dirancang untuk membekali mereka dengan keterampilan teknis dan manajerial usaha berbahan dasar ikan bandeng.
Jabatan Fungsional Pengembang Kewirausahaan DKUMKMP, Ady Sumardi, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik dasar seperti mencabut duri ikan atau mengolah bandeng menjadi berbagai produk, tetapi juga menyentuh aspek penting lain seperti strategi pemasaran, inovasi produk, dan penghitungan harga pokok produksi (HPP).
“Pelatihan ini lengkap. Dari proses mencabut duri, teknik pengolahan, pengembangan produk olahan seperti bandeng presto, bandeng crispy, hingga penghitungan HPP. Kami ingin peserta bisa menjalankan usahanya dengan pendekatan yang lebih profesional dan terarah,” jelas Ady.
Hari pertama diisi materi teori, antara lain manajemen usaha kecil, potensi pasar lokal, hingga strategi menciptakan keunikan produk agar bisa bersaing. Sementara hari kedua dikhususkan untuk praktik langsung pengolahan berbagai jenis produk bandeng seperti pepes, bandeng bakar, hingga bandeng beku (frozen).
Ady juga menekankan bahwa pemilihan ikan bandeng sebagai fokus pelatihan bukan tanpa alasan. “Bandeng merupakan komoditas lokal yang melimpah dan disukai masyarakat. Potensi ekonominya sangat besar jika diolah secara inovatif dan dijual dengan strategi yang tepat,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. DKUMKMP menargetkan agar peserta tak hanya menjadi pelaku usaha biasa, tapi mampu menjadi inovator dan pencipta lapangan kerja di lingkungan masing-masing.
“Kami tidak ingin ilmu yang diperoleh berhenti di sini. Harapannya, pelaku UMKM bisa terus mengembangkan usaha mereka secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Ady. (Adv/DiskominfoBpp)
Tinggalkan Balasan