DPRD Balikpapan Yakin Target PAD 2025 Rp1,3 Triliun Bisa Tercapai
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menegaskan optimisme bahwa target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 sebesar Rp1,3 triliun masih realistis untuk dicapai, meski hingga pertengahan tahun realisasinya baru mencapai sekitar 47 persen.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menyampaikan keyakinannya kepada awak media di kantor DPRD, Selasa (8/7/2025). Ia menilai, capaian PAD hingga saat ini sudah menunjukkan tren positif, dan dengan strategi pengelolaan yang lebih agresif, angka target bisa terpenuhi.
“Pendapatan Asli Daerah bersumber dari pajak dan retribusi yang harus terus dimaksimalkan. Saat ini sudah ada peningkatan yang signifikan, namun masih banyak potensi yang bisa digali lebih optimal,” ujar Budiono.
Politisi PDI Perjuangan ini menekankan peran penting Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil dalam mengidentifikasi sektor-sektor yang berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Salah satu sektor yang mendapat sorotan adalah perkembangan properti, termasuk pembangunan apartemen dan proyek komersial lainnya.
“Maraknya pembangunan apartemen dan proyek properti lainnya merupakan peluang strategis untuk meningkatkan PAD, baik melalui pajak maupun retribusi. Potensi ini harus digarap dengan serius,” tegasnya.
Selain memaksimalkan potensi ekonomi, Budiono juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar taat membayar pajak. Ia menyoroti pemanfaatan layanan digital seperti e-SPPT PBB sebagai sarana efisien untuk mempermudah pembayaran pajak dan meningkatkan kesadaran warga.
“Kunci keberhasilan mencapai target PAD adalah kesadaran masyarakat. Dengan dukungan penuh warga dalam membayar pajak dan retribusi secara disiplin, target Rp1,3 triliun bukan hal yang mustahil,” pungkasnya.
Budiono menambahkan bahwa DPRD akan terus mengawasi dan mendorong upaya pemerintah kota, khususnya BPPDRD, agar strategi penggalian PAD lebih optimal dan menjangkau semua potensi yang belum tergarap, sehingga pembangunan kota Balikpapan bisa terus berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Adv)

Tinggalkan Balasan