Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Sejumlah pedagang di Pasar Pagi Samarinda yang baru kembali beroperasi mengeluhkan sepinya pembeli yang masuk ke area kios sehingga memilih berjualan di luar area untuk menjangkau pengunjung. Hal ini memantik perhatian Komisi II DPRD Samarinda selaku leading sector wilayah perekonomian.

Iswandi, Ketua Komisi II DPRD Samarinda mengaku akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna dimintai keterangan.

“Kita akan panggil hari Selasa atau Rabu, saya juga monitor laporan dari para pedagang. Pasar yang dibangun dengan biaya Rp468 miliar, hasilnya bagus tapi malah sepi pedagang. Ekonomi enggak bergerak. Mau buat apa itu, itu yang saya khawatirkan dari dulu,” kata Iswandi, Senin (22/6).

Pembangunan infrastruktur yang tampak baik secara fisik tidak cukup jika tidak diiringi dengan fungsi ekonomi yang berjalan optimal. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Pembangunan infrastruktur secara estetik bagus, tapi secara manfaat tidak ada nanti. Bahaya itu,” lanjutnya.

Iswandi meminta Dinas Perdagangan mencari langkah konkret dan solusi nyata untuk menghidupkan kembali aktivitas di dalam pasar.

“Lebih baik 400 miliar itu digunakan untuk yang langsung berdampak. Kita minta dinas bagaimana caranya meramaikan lagi pasar itu. Jangan cuma bisa bangun tapi tidak bisa meramaikan,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan masih banyaknya kios kosong di dalam area pasar yang dinilai tidak termanfaatkan dengan baik.

“Penataan-penataan itu saya lihat banyak tempat kosong. Kalau pasar itu biasanya penuh orang jualan. Ini seperti lorong, bukan tempat wisata,” tutup Iswandi. *)