Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, menegaskan bahwa pemekaran dan penyesuaian wilayah di Kecamatan Sepaku merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal tersebut disampaikan dalam acara puncak Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN) 2024 yang digelar di Alun-Alun Kantor Bupati PPU, Jumat (6/9/2024).

“Pemekaran wilayah di Sepaku ini sangat penting, terutama karena akan menjadi bagian inti dari IKN. Kita perlu melakukan penyesuaian agar seluruh infrastruktur dan pengelolaan wilayah di Sepaku dapat selaras dengan rencana pengembangan IKN,” ujar Tohar dalam sambutannya.

Proses pemekaran ini, lanjut Tohar, mencakup integrasi penuh seluruh desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku ke dalam kawasan IKN. Pemerintah Kabupaten PPU saat ini tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan penggabungan wilayah administratif untuk mempercepat pengelolaan dan pembangunan di kawasan tersebut.

“Kami tengah melakukan kajian mendalam terkait penggabungan atau penghapusan wilayah administratif di Kecamatan Sepaku. Hal ini bertujuan untuk memudahkan manajemen wilayah ke depannya. Hasilnya akan segera kami umumkan setelah kajian selesai,” tambah Tohar.

Selain itu, ia menekankan bahwa penataan ulang wilayah ini dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2002, yang mengatur pembentukan dan pengelolaan wilayah administratif. Dengan luas daratan mencapai 3.060,82 km² dan perairan 272,24 km², Kabupaten PPU memerlukan pengelolaan yang lebih efisien dan efektif, terutama dalam menyambut perkembangan IKN.

Tohar juga menggarisbawahi bahwa proses pemekaran ini tidak hanya soal penyesuaian administratif, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Dengan penataan yang lebih baik, diharapkan pengembangan ekonomi dan infrastruktur di kawasan IKN akan lebih terencana dan berkelanjutan.

“Pemekaran ini akan memberikan dampak positif pada pembangunan infrastruktur dan ekonomi di wilayah IKN. Dengan adanya pengelolaan wilayah yang lebih teratur, kita bisa mendorong pertumbuhan yang lebih cepat dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sepaku,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, dalam menyukseskan proses ini. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penataan ini memerlukan kolaborasi semua pihak untuk memastikan keberhasilan dalam jangka panjang,” tutup Tohar. (Adv/DiskominfoPPU