DPRD Balikpapan Desak BLK Kaltim Perkuat Pelatihan Vokasi di Wilayah Penyangga IKN
NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Kebutuhan tenaga kerja terampil di Kalimantan Timur diprediksi melonjak tajam seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mendesak Balai Latihan Kerja (BLK) Kaltim untuk segera memperkuat program pelatihan kejuruan, khususnya di kawasan penyangga IKN.
Dorongan tersebut disampaikan Oddang dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ia menegaskan bahwa BLK harus hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha, bukan hanya menjadi lembaga formalitas.
“BLK harus menjawab kebutuhan nyata pasar kerja yang terus berkembang. Kurikulumnya harus relevan, pengelolaannya profesional, dan harus menjadi lembaga kredibel yang benar-benar diminati masyarakat,” tegas Oddang, Senin (7/7/2025).
Menurutnya, selama ini pelatihan lebih banyak terpusat di Samarinda, sementara wilayah selatan Kaltim seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser justru menjadi kawasan paling dinamis dalam menyerap tenaga kerja akibat proyek pembangunan IKN.
“Kalau semua masih terpusat di Samarinda, masyarakat dari daerah lain terbebani biaya transportasi dan akomodasi. Ini tidak adil. BLK di Balikpapan seharusnya difungsikan sebagai pusat pelatihan wilayah selatan, agar akses lebih merata,” ujarnya.
Oddang juga menekankan pentingnya sinergi antara BLK dengan dunia usaha dan industri. Ia mengingatkan, jika tenaga kerja lokal tidak dipersiapkan sejak dini, maka peluang kerja justru akan direbut oleh pekerja dari luar daerah.
“Kami tidak ingin warga lokal hanya jadi penonton di tanah sendiri. Pemerintah harus hadir dengan keberpihakan nyata. BLK adalah instrumen strategis untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai,” tegasnya.
Ia menutup dengan harapan bahwa pemerataan pelatihan vokasi akan berdampak langsung terhadap penurunan angka pengangguran dan peningkatan daya saing tenaga kerja lokal. “Kalau ini dilakukan dengan konsisten, masyarakat kita tidak hanya siap menghadapi pasar kerja IKN, tapi juga lebih berdaya secara ekonomi,” pungkas Oddang. (Adv)
Tinggalkan Balasan