Loadingtea

Libatkan 147 Orang, Dijaga Ketat TNI Polri

NUSSA.CO, TOLITOLI – Setelah rampung dicetak, 174 boks surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Bupati dan Wakil Bupati Tolitoli, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, mulai disortir dan dilipat, Sabtu (02/11/2024).

Tahapan kali ini, disampaikan Ketua KPU Tolitoli yang juga Koordinator Divisi Logistik, Ir Junaidi SP, MP, melibatkan 147 orang yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa, ibu rumah tangga, serta pemuda pemudi. Mereka dlibatkan dalam proses sortir dan pelipatan surat suara di Gedung Labongboki, Kecamatan Baolan.

Proses pelipatan ini merupakan bagian dari upaya KPU untuk memastikan seluruh logistik salah satunya surat suara dalam kondisi baik serta siap pakai sebelum nantinya didistribusikan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam proses lipat dan sortir, KPU Tolitoli melibatkan petugas yang telah dilatih pada tingkat akurasi dan efisiensi.

“Mereka yang dilibatkan dalam pelipatan sebelumnya telah kami screening, cek di Sipol, dan riwayat lainnya. Artinya,, semua yang terlibat dalam pelibatan dinyatakan tidak berafiliasi dengan partai politik, ataupun tim pasangan calon, jadi bersih semua,” ungkap Juanidi, di sela pelipatan.

Pelipatan surat suara Pilbup dan Pilgub sudah rampung 100 persen, dan tercatat dua lembar yang rusak dari total surat suara sebanyak 147 ribu lembar, demikian pula untuk surat suara Pilgub juga sebanyak 147 ribu lembar yang tersedia dalam 87 boks.

”Kualitas cetak surat suaranya bagus, warnanya terang dan jelas, sehingga dari catatan kami, minim kerusakan. Kalaupun ada itu cuman ta sobek sedikit dibagian pinggir kertas,” pujinya.

Meski hanya sedikit yang sobek, timpal Junaidi, KPU tetap menganggap surat suara tersebut tergolong rusak dan harus diganti dengan yang lebih bagus. Kertas yang rusak akan ditutupi dengan kelebih cetak dengan jumlah mencapai 400 lembar.

”Secara teknis, penggatian surat suara rusak melalui aplikasi khusus yakni melalui Sistem Informasi Logistik (SILOG) yang dijalankan oleh operator KPU, PPK dan PPS. Di aplikasi itu, termuat rincian logistik secara lengkap, termasuk catatan logistik yang rusak, ini terintegrasi ke pusat, prosedurnya lengkap dan tersistematis, serta diawasi,” ulasnya.

Dalam proses pelipatan, selain dijaga ketat aparat TNI Polri, petugas pelipat juga diawasi 18 orang staf KPU dengan pembagian tugas dua orang mengawasi pelipatan 10 boks surat suara. (adv/ham)