Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI – Proyek jalan kantong produksi di Desa Kabinuang, Kecamatan Dampal Utara diduga tidak sesuai spek, alias bermasalah. Nampak jelas pada sisi pondasi jalan telah rusak bahkan hancur berkeping-keping, padahal proyek itu baru saja selesai dikerjakan pada Agustus 2024.

Kepada media ini, salah seorang warga inisial Ai (35) mengaku, jalan yang awal pengerjaannya di bulan Juli 2024 saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, dimana diperkirakan sepanjang kurang lebih 30 meter pondasi jalan rusak parah.

“Peketjaan jalan kantong produksi ini awal bulan Juli berupa pondasi jalan, lalu dilanjutkan di Agustus untuk timbunan dan awal September pondasi jalan sudah hancur,’ ungkap Ai.

Menurutnya, campuran material yang digunakan dalam pembuatan pondasi jalan disinyalir tidak sesuai standar pondasi pada umumnya sehingga memicu kerusakan parah.

Rusaknya jalan kantong produksi itu belum diketahui pasti apa penyebabnya, sehingga dirinya dan warga lainnya menjadi ragu melintasi jalan tersebut, agar angan sampai menimbulkan kerusakan lainnya. Sementara, jalan kantong produksi saat ini sangatlah dibutuhkan untuk mobilisasi sarana dan prasarana pertanian.

Ia menuturkan, pengerjaan jalan tepatnya di Dusun II Simpotove Desa Kabinuang juga diduga tidak melibatkan warga yang berprofesi sebagai tukang terampil melainkan hanya melibatkan Tenaga Pengawas Kegiatan (TPK) desa yang notabene adalah aparat desa sehingga menimbulkan spekulasi proyek itu dikerja asal jadi. Yang anehnya, proyek tersebut diketahui merupakan proyek swakelola namun tidak melibatkan masyarakat di dalamnya.

Diketahui proyek tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2024 sebesar Rp 200 juta lebih, dan dari amatan media ini papan proyek jalan kantong produksi itu tidak mencantumkan waktu penkerjaan serta ukuran panjang jalan yang dikerjakan.

Hingga berita in diterbitkan, kepala Desa Kabinuang Syamsuddin gagal dikonfirmasi karena enggan mengangkat telepon. (ham/ar)