Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI – Agenda salah satu tahapan Pilkada 2024, yakni debat kandidat bupati dan wakil bupati yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli, sukses digelar.

Debak perdana kandidat yang berlangsung di Gedung Maramba Conversation Hall, Kelurahan Panasakan, Kamis. (17/10/2024) malam, mendapat acungan jempol, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tolitoli, Bahran SE, MM.

Menurut Pj Bupati, debat perdana dengan tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Sumber Daya Alam Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat” berlangsung dengan aman dan tertib.

Masa pendukung 4 pasangan calon juga ikut berpartisipasi menciptakan suasana kondusif dan sejuk, dengan mengikuti setiap protokol keamanan dan prosedur pelaksanaan debat.

Selain Pj. Bupati Tolitoli Bahran, SE, MM, tampak hadir pula Wakapolres Tolitoli, Danlanal Tolitoli, Dandim 1305/BT, serta unsur Forkopimda lainnya.

“Kami berharap warga Tolitoli mendapatkan informasi yang lengkap mengenai figur mana yang akan menjadi pilihan hati di TPS nanti, karena itu tujuan debat yakni menyosialisasikan program kerja, visi misi yang bertujuan untuk menjadi daerah ini semakin maju, dan masyarakatnya lebih sejahtera melalui program kerja yang ditawarkan para kandidat,” ungkap Pj Bupati.

Debat dimulai dengan penayangan profil Komisioner KPU, Penalis yang terdiri dari 5 orang yang dipimpin dr. Achmad Herman, S.Sos, MSi.

Ketua KPU Tolitoli, Ir. Junaidi, SP, MP, IPM. mengatakan bahwa tujuan dari debat kandidat adalah untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat agar dapat memilih secara cerdas dan bijak.

Debat kandidat merupakan agenda dan tahapan pilkada serentak, dan ada hal-hal yang disampaikan kepada masyarakat agar mereka bisa menentukan pilihan kemana arah dan tujuan ditentukan.

Lebih lanjut Ketua KPU Tolitoli menyampaikan bahwa kedepannya untuk agenda debat Kandidat akan mengevaluasi kembali tahapan Pilkada, jika masih terdapat kekurangan agar dibenah kembalii baik dari segi teknis dan tata tertib dalam ruang debat termasuk pemilihan moderator dan penyelenggaraan debat itu sendiri.

Debat yang berlansung selama kurang lebih 3 jam itu, dilalui dengan 6 segmen, di antaranya pemaparan visi dan misi masing-masing kandidat dengan durasi waktu 3 menit, dan seterusnya waktu sama hingga segmen terakhir. (adv)

Sumber : Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Tolitoli

Artikel : Risdawaty

Redaktur : Herlina, SH