Target One Night One Juz, Siapkan Ekstra Puding Spesial
Semarak Ramadhan di Balik Jeruji Lapas Kelas IIB Tolitoli
Suara lirih dan jahar lantunan ayat Alquran, campur aduk di Masjid Darul Hisab. Selama 24 jam di bulan Ramadan, masjid di tengah kepungan jeruji besi itu, dipastikan tak pernah sepi aktivitas.
(Ahmad Hamdani)
QUL…QUL,,,HUALLLAHU…AHAD..ucap bacaan Ahim, salah seorang warga binaan Lapas Kelas IIB Tolitoli, agak terbata-bata. Meski baru memulai belajar Iqro, Ahim tetap semangat mengikuti jadwal tadarus Alquran selama Ramadan. Rasa minder, malu, minggir…. “Saatnya siapkan bekal agama sebelum menghirup udara bebas,” ujar pria pencinta burung ini.
“Sebelum Ramadan saya juga tetap belajar, dan Alhamdulillah sudah bisa membaca 10 ayat Alquran, saya bersyukur sekali pak. Sebab, di luar penjara, bisa jadi saya tidak akan pernah baca Alquran. Ini semua ada hikmahnya pak,” ucap Ahim bersyukur.
Perasaan yang sama juga diungkapkan Muhammad Nur Wahyudi, warga binaan yang dipercaya sebagai Imam Masjid Darus Hisab.
“Kami warga binaan senantiasa menyambut gembira program Ramadan setiap tahunnya. Semua ini sangat berkesan, bekal bagi kami agar menjadi insan yang lebih baik ketika berada di tengah masyarakat nantinya,” tutur Muhammad Nur.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli Muhammad Ishak menyebut, selama Ramadan program yang dibuat yakni, buka puasa bersama, salat tarawih berjamaah, dilanjutkan tadarus Alquran dengan target one night one juz atau satu malam satu juz, ceramah agama.
Pagi hari, pukul 7.30 Wita pintu sel terbuka, warga binaan dipersilahkan untuk melakukan rutinitas dan keperluan, seperti mandi, menyuci dan sebagainya. Kemudian, program jenguk tetap dibuat seperti biasa, hanya saja untuk penitipan barang dibuka pada pukul 15.00 hingga 17.00 Wita.
“Program jenguk tetap dilakukan seperti biasa, hanya ada penambahan tim regu pengamanan, dan petugas makan sahur selama Ramadan. Satu yang spesial, kami siapkan ekstra pudding spesial bagi warga binaan,” kata Kalapas.
Terkait ceramah agama, Lapas Tolitoli menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Tolitoli. Bahkan Kepala Kemenag Tolitoli juga bersedia untuk mengisi ceramah atau kultum Ramadan.
Kalapas berharap, selama mengikuti program Ramadhan, 266 warga binaan khususnya yang muslim semakin memiliki keimanan yang kuat, menjadi pribadi muslim yang salih, paham dan yakin atas fadilah mengamalkan amal ibadah.
“Harapan kami, Wabin dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sehingga, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke masyarakat,” harapnya.
Program Ramadhan di Lapas Kelas II B Tolitoli merupakan salah satu upaya pembinaan kerohanian bagi Wabin. Selain program di bulan puasa, Lapas Tolitoli juga rutin menyelenggarakan berbagai program pembinaan lainnya, seperti pendidikan dan pelatihan kerja, uji keterampilan, seni dan budaya, dan seabrek kegiatan lainnya. Salah tujuan adalah, agar Wabin memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke masyarakat dan hidup mandiri. (**)
Tinggalkan Balasan