Loadingtea

NUSSA.CO, TOLITOLI – Luapan banjir yang mengakibatkan puluhan rumah terendam di Desa Tinabogan, Kecamatan Dondo, mendapat perhatian serius Bupati Tolitoli H. Amran H. Yahya saat meninjau lokasi terdampak, Sabtu (29/03/2025) malam.

Didampingi Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli, Abdullah Haruna, bupati meninjau langsung lokasi dan rumah warga yang di terjang banjir bandang. Banjir datang diduga akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan air Sungai Desa Malulu meluap dan juga menggenangi ruas jalan Trans Sulawesi, serta mengakibatkan arus lalu lintas terganggu selama lebih dari tiga jam, mulai pukul 21.00 hingga 23.00 Wita.

“Pemerintah daerah akan terus berupaya mengantisipasi dampak banjir di tengah pemukiman warga. Karena itu, Pemda terus mendorong BPBD untuk lebih siap siaga, dengan dukungan sarana prasarana yang disiapkan secara bertahap. Pemerintah daerah juga ingatkan warga agar waspada, siap siaga menghadapi bencana, baik banjir maupun tanah longsor. Pemerintah daerah selalu siap untuk masyarakatnya,” ungkap bupati di lokasi banjir.

Sementara, Kapolsek Dondo Ipda Ijmal menambahkan, air banjir yang menerjang Desa Tinabogan mencapai ketinggian 50 hingga 70 cm. Selain di Tinabogan, genangan juga terjadi di Desa Ogogilli dan Desa Malomba.
“Kurang lebih tiga jam kendaraan roda dua dan mobil tidak bisa melintas akibat genangan air,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini Pihak Polsek maupun BPBD belum bisa memprediksi berapa kerugian material akibat banjir. Namun, Kapolsek Dondo mengingatkan warga agar tetap waspada, mengingat potensi hujan dan banjir susulan masih bisa terjadi. “Saya menghimbau bagi para pemudik Idul Fitri tidak perlu khawatir, diperkirakan genangan air yang ada di jalan trans Sulawesi tidak akan mengganggu perjalanan mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ipda Ijmal menuturkan bahwa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Desa Tinabogan terbagi menjadi dua hulu, yakni Hulu Sungai Malulu dan Hulu Sungai Situmpang. Ia mengimbau masyarakat yang ada di bantaran sungai tersebut harap waspada, terutama para pemudik, untuk selalu memantau informasi cuaca guna mengantisipasi kondisi yang tidak terduga. “Cuaca di bulan suci Ramadan ini sulit diprediksi, kecuali oleh BMKG. jadi jika melihat langit mulai mendung, siapkan payung sebelum hujan, dan selalu berhati-hati di jalan,” pungkasnya.

Sementara Itu Kalak BPBD Tolitoli Abdullah Haruna menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama BPBD terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak banjir, dan mengimbau warga agar siaga menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem. (ham)