Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Tren nilai tukar rupiah menunjukkan penurunan sepekan terakhir. Per tanggal 18 Juni 2026 nilai tukar rupiah relatif stabil diangka Rp17.880 per dolar Amerika. Meski demikian tren ini turut memberikan dampak kenaikan harga disejumlah kebutuhan pokok.

Anggota DPRD Samarinda, Arie Wibowo mengingatkan masyarakat untuk tidak panik membeli sejumlah kebutuhan dalam jumlah banyak.

“Jangan panik, pertama bisa menguras kas, berikutnya bisa jadi pemborosan jika barang kebutuhan rusak atau kedaluwarsa,” ungkapnya, Kamis (18/6).

Politisi Partai Golkar ini juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang menghadapi situasi seperti saat ini. “Atur prioritas pengeluaran sesuai kebutuhan saja, kurangi perilaku konsumtif,” lanjutnya.

Meski sepekan terakhir rupiah mulai kembali menguat, namun sejumlah harga kebutuhan pokok masih mengalami tren kenaikan harga.

Akibatnya, daya beli masyarakat menurun dan terjadi penumpukan barang ditingkat distributor. “Cari alternatif kebutuhan yang lebih murah untuk menekan pengeluaran yang tidak mengganggu arus kas,” pungkasnya.

Dibanyak kasus, jika terjadi pelonjakan harga kebutuhan pokok, banyak oknum distributor dengan sengaja menimbun barang sehingga menimbulkan kelangkaan dipasaran. *)