Agusriansyah Ridwan Sosialisasikan Perda Antinarkoba, Ajak Masyarakat Aktif Cegah Peredaran di Kaltim
NUSSA.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam perang melawan narkotika. Hal itu ia sampaikan saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika, dan Psikotropika.
Kegiatan tersebut digelar di Kantor BPU, Kecamatan Sangatta Utara, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda hingga perangkat daerah. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif mengenai bahaya narkoba dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan.
“Perlu adanya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan semua elemen agar penyalahgunaan narkoba dapat dicegah secara maksimal,” ujar Agusriansyah. Kamis, (15/5/2025).
Ia menegaskan bahwa Perda Nomor 4 Tahun 2022 adalah bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba, sekaligus memperkuat kebijakan preventif di tingkat komunitas.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Jihan Raihannah Arkam membuka sesi dengan membahas dampak kesehatan dari penyalahgunaan narkotika. Ia juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.
Sementara itu, Muhammad Fikri Ghozali, selaku pemateri kedua, mengulas substansi hukum dalam Perda tersebut. Ia menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam pelaporan serta penguatan program pencegahan berbasis komunitas.
Diskusi yang dipandu oleh moderator Ainun Putri berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias dengan mengajukan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman serta keluhan soal peredaran narkoba di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, Agusriansyah berharap akan tumbuh kesadaran dan kewaspadaan masyarakat Sangatta Utara untuk lebih proaktif dalam melaporkan dan mencegah peredaran gelap narkotika.
“Keterlibatan masyarakat adalah kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” pungkasnya. (ADV)
Tinggalkan Balasan