Akhmed Reza Fachlevi Minta Sosialisasi Masif Program Umrah Gratis: “Agar Dipahami Calon Penerima”
NUSSA.CO, SAMARINDA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kalimantan Timur yang juga wakil ketua komisi III DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk secara intensif menyosialisasikan petunjuk teknis pelaksanaan program umrah gratis.
Program ini merupakan salah satu janji unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, untuk para pengurus masjid dan mushala.
“Ini kami nilai penting agar program yang sangat dinantikan masyarakat tersebut dapat dipahami dengan baik oleh calon penerima manfaat,” ujar Ketua Umum DPW BKPRMI Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi. Rabu, (23/4/2025).
Sebagai organisasi kepemudaan yang berfokus pada pemberdayaan masjid dan kegiatan keagamaan, BKPRMI Kaltim menekankan pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi, khususnya terkait mekanisme serta prosedur pendaftaran program yang disebut-sebut akan memberangkatkan 600 pengurus masjid dan mushala ke Tanah Suci pada tahun 2025.
Menurut Reza, meskipun informasi mengenai peluncuran program umrah gratis pada 21 April 2025 telah tersebar luas, namun penjelasan teknis masih minim diterima oleh masyarakat akar rumput.
“Detail mengenai tata cara pendaftaran dan penyelenggaraannya, termasuk potensi perluasan program bagi penjaga rumah ibadah lainnya, masih belum tersebar secara merata,” ucapnya.
Reza juga mengingatkan agar pemerintah tidak berhenti pada program umrah saja. Ia meminta perhatian serius dari Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji terhadap kesejahteraan para guru ngaji di seluruh Kalimantan Timur.
“BKPRMI berharap tentunya bukan hanya umrah gratis saja, namun juga mengingatkan kepada gubernur untuk insentif guru ngaji di Kaltim,” tandasnya.
Dalam catatan BKPRMI, janji peningkatan kesejahteraan bagi pengurus masjid, guru ngaji, dan pengajar TPA merupakan bagian dari komitmen pasangan Rudy–Seno saat kampanye pada 28 September 2024. Reza menyebut, beberapa daerah di Indonesia telah lebih dahulu mengimplementasikan insentif rutin bagi para guru ngaji, dengan nominal yang disesuaikan kemampuan anggaran masing-masing daerah.
Program umrah gratis ini, menurut Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah daerah kepada mereka yang berjasa menjaga dan memakmurkan masjid serta mushala di Benua Etam.
Untuk menjamin ketepatan sasaran, Pemprov Kaltim akan melibatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kantor Wilayah Kementerian Agama dalam proses verifikasi calon penerima program. (ADV)
Tinggalkan Balasan