Loadingtea

NUSSA.CO, Donggala – Badan Narkotika Nasional (BNN) Donggala melakukan tes urine terhadap pegawai di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) pada Selasa (11/11/25). Dari 25 pegawai yang diambil sampelnya, pihak BNN mengungkapkan indikasi adanya pegawai negeri sipil (ASN) yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, khususnya sabu.

 

Kepala BNN Donggala, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Desimawati, menyatakan, “Kami telah mendeteksi ada ASN Pemda yang menggunakan sabu. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk membersihkan lingkungan pemerintahan dari pengaruh narkoba.” Desi juga menambahkan bahwa program tes urine ini merupakan hasil kerja sama BNN dengan Kesbangpol, sesuai dengan perintah Bupati Donggala.

 

Meskipun proses tes urine ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas narkoba, Desi mengungkapkan sejumlah kendala. Ia mengindikasikan bahwa ada sekitar empat ASN yang terdeteksi sebagai pengguna sabu, meskipun namanya tidak diungkapkan. “Kami mencatat ada beberapa pegawai yang bahkan melarikan diri sebelum tes urine dilakukan. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa mereka mungkin memiliki keterlibatan dengan penggunaan narkoba,” ujarnya.

 

Kepala BKPSDM, Insgadi, menegaskan bahwa semua pegawai negeri sipil wajib menjalani tes urine. Ia mengatakan, “Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa pegawai kami steril dari narkoba. Ini adalah langkah yang perlu diambil untuk menjaga integritas dan kredibilitas pemerintah daerah.”

 

Proses tes urine ini menyoroti pentingnya kesadaran akan dampak buruk narkoba di kalangan ASN. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah di berbagai wilayah telah berupaya meningkatkan program pencegahan dan rehabilitasi bagi pengguna narkoba. Desi menegaskan, “BNN Donggala siap membantu dalam proses rehabilitasi bagi mereka yang terlibat penyalahgunaan narkoba, baik melalui program rawat jalan maupun rehabilitasi intensif.”

 

Namun, tantangan yang dihadapi BNN dan pemerintah daerah tidaklah sedikit. Adanya pegawai yang menghindar dari tes urine menunjukkan masih kurangnya kesadaran dan pemahaman tentang bahaya narkoba. Dalam hal ini, BNN dan BKPSDM berharap dapat memberikan edukasi lebih lanjut kepada ASN tentang risiko penggunaan narkoba dan pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik.

 

Dengan keberanian untuk melakukan tes urine di lingkungan pegawai pemerintah, diharapkan langkah ini dapat menjadi sinyal positif bagi lingkungan kerja yang bersih dan sehat. BNN Donggala dan BKPSDM terus berupaya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari narkoba demi masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

 

Tindakan tegas dalam melakukan tes urine terhadap ASN di Donggala menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. Meskipun sejumlah tantangan muncul, upaya ini menjadi harapan untuk menciptakan lingkungan pemerintahan yang sehat dan bersih dari pengaruh negatif narkoba. Diharapkan, ke depan, kesadaran dan partisipasi aktif semua pegawai dapat membantu mengatasi masalah ini secara komprehensif. (Jbx)