Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan terus menggenjot rencana pembangunan kawasan industri baru sebagai strategi untuk menekan angka pengangguran serta membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. Langkah ini menjadi salah satu program prioritas Pemkot yang ditargetkan mulai terealisasi dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyatakan bahwa arah pembangunan kawasan industri ini telah masuk dalam agenda strategis pembangunan daerah. “Kita akan siapkan kawasan industri. Dalam satu atau dua tahun ke depan, ini jadi fokus untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balikpapan,” ujarnya. Senin (4/8/2025)

Bagus menjelaskan bahwa pengembangan kawasan industri ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga akan diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri. “Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, atau sekadar menunggu lapangan kerja datang, tapi juga dilibatkan dalam proses persiapan SDM-nya. Itu penting agar mereka siap bersaing dan berdaya,” tegasnya.

Lebih jauh, kawasan industri ini dirancang agar selaras dengan potensi lokal Balikpapan, termasuk keberadaan pelabuhan, infrastruktur logistik, serta kedekatannya dengan jalur distribusi utama menuju Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Menurut Bagus, posisi strategis ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar Balikpapan tidak hanya menjadi kota transit, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pembangunan IKN adalah peluang besar, dan kita tidak ingin hanya jadi penonton. Masyarakat Balikpapan harus siap, dan industri lokal harus tumbuh agar ikut ambil bagian,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa dengan hadirnya kawasan industri baru, diharapkan akan terjadi pemerataan pertumbuhan sektor formal, yang selama ini masih terpusat di area perkotaan. Hal ini, menurutnya, akan mendukung terwujudnya Balikpapan sebagai kota penyangga IKN yang bukan hanya aman dan nyaman, tapi juga produktif dan sejahtera. (Adv/DiskominfoBpp)