Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan bersiap mengikuti ajang bergengsi penilaian Kota Sehat tingkat nasional tahun 2025, mewakili Provinsi Kalimantan Timur bersama dua kota lainnya, Samarinda dan Bontang. Namun berbeda dengan dua kota tersebut yang telah lebih dulu dinilai, Balikpapan dijadwalkan akan diverifikasi pada 20 Agustus mendatang.

Dalam penilaian ini, Balikpapan harus memenuhi 9 tatanan Kota Sehat, yang mencakup sektor-sektor vital seperti pemukiman, pendidikan, transportasi, pasar sehat, pariwisata, serta fasilitas umum lainnya. Sayangnya, hasil penilaian mandiri dan verifikasi provinsi menunjukkan bahwa sejumlah indikator masih berstatus “rapor merah”.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, menyebutkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengerahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kelurahan, dan kecamatan terkait untuk segera melakukan perbaikan.

“Kami lakukan koordinasi dan desiminasi ulang ke semua pengampu tatanan. Targetnya, indikator yang nilainya masih rendah bisa segera dibenahi menjelang penilaian pusat,” ujarnya.

Beberapa catatan penting yang masih perlu ditindaklanjuti antara lain:

Pariwisata sehat: belum tersedia fasilitas untuk penyandang disabilitas, seperti jalur kursi roda dan toilet khusus.

Sekolah sehat: UKS (Unit Kesehatan Sekolah) di sejumlah sekolah tidak aktif dan bahkan digunakan untuk keperluan lain yang tidak sesuai.

Pasar sehat: kondisi toilet dan sanitasi di pasar tradisional, seperti Pasar Landasan, belum memenuhi kriteria meskipun sedang dalam proses revitalisasi.

Terminal sehat: belum semua terminal menyediakan fasilitas sanitasi yang memadai.

Meski tantangan cukup kompleks, Dra. Alwiati tetap optimis Balikpapan bisa meningkatkan level penilaian dari tahun sebelumnya. “Sebenarnya programnya sudah berjalan, tinggal pembenahan administrasi dan dokumentasi. Ini yang kita kebut sekarang. Harapannya Balikpapan bisa mengangkat nama Kalimantan Timur di level nasional,” tambahnya.

Penilaian Kota Sehat bukan hanya sekadar ajang penghargaan, tapi juga menjadi indikator penting terhadap kualitas hidup dan pelayanan publik di suatu daerah. Melalui upaya perbaikan lintas sektor ini, Balikpapan bertekad memperkuat citra sebagai kota layak huni yang sehat, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warganya. (Adv/DiskominfoBpp)