Loadingtea

Nussa.co – DONGGALA, Program bantuan ikan segar untuk masyarakat beresiko stunting di Donggala dalam rangka Upaya pemerintah Donggala dalam hal penurunan angka stunting dikabupaten ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala melalui Dinas Perikanan kembali menyalurkan 723 Kilogram ikan segar jenis cakalang strep untuk 241 Kepala Keluarga (KK). Masing-masing KK menerima 3 Kg ikan segar.

Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ir Ali Assegaf SPi MH menyerahkan secara simbolis ikan segar kepada perwakilan masyarakat. Tampak Camat Sindue Tombusabora, Yusuf SPd, Kapolsek Sindue Ipda Darmin Yabie, Kepala Desa Saloya, Sadrik, Babinsa Saloya, Serka I Wayan Edi hingga ketua DWP Dinas Perikanan, Seril Aida.

Dalam kesempatan itu, Ali Assegaf menyebutkan, bantuan ikan segar sebagai upaya percepatan penurunan stuting tahun 2025 dengan target pelayanan bisa mencapai target nasional sebesar 14 persen. Upaya penurunan stunting dilaksanakan secara kolaborasi atau aksi  konvergensi stunting.

Kepala Dinas yang dilantik di atas kapal ikan tahun 2016 lalu itu menyebutkan, Saloya adalah salah satu desa yang berada jauh dari Pesisir pantai. Oleh sebab itu perlu pelayanan bantuan bahan baku Ikan segar untuk asupan gizi Omega 3.

“Melalui konsumsi ikan tersebut diharapkan dapat bermanfaat bagi kesehatan dan percepatan penurunan keluarga resiko stunting,” jelas Ali.

Ali mengungkapkan, konsumsi ikan dapat berdampak pada kesehatan mata dan jantung, memperkuat tulang dan sendi, menjaga kesehatan otak, membantu mawan penyamit autoimun, menurunkan resiko kanker, hingga Menunjang tumbuh kembang janin.

Selain aksi bantuan ikan segar, menurut Ali, Dinas Perikanan juga akan melaksanakan usaha ekonomi sirkular perkolaman budidaya ikan air tawar di tingkat desa.

“Dalam program ini, masyarakat hanya perlu menyiapkan lahan atau pekarangan. Dinas Perikanan yang akan menyiapkan sarana produksi, pakan hingga benihnya,” sebut Ali.

Sementara itu Camat Sindue Tombusabora, Yusuf SPd menyambut baik program Dinas Perikanan yang dinilai sangat membantu masyarakat. Menurut Yusuf, bantuan ikan tersebut merupakan yang kedua kalinya di Desa Saloya.

Yusuf menyebutkan, Desa Saloya menjadi salah satu Desa lokus pencegahan dan penurunan stunting. Selain itu, menurut Yusuf, Desa Saloya juga merupakan salah satu desa yang jauh dari pesisir pantai.

“Sehingga ketersediaan dan jumlah konsumsi ikan di wilayah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Desa yang berada di pesisir pantai,” ujarnya.

Yusuf berharap, program bantuan ikan segar dapat terus berlanjut untuk menyasar warga yang beresiko stunting di Desa Saloya maupuan desa lainnya di Kecamatan Sindue Tombusabora.

“Kami sangat apresiasi langkah Pemkab Donggala dalam hal ini Dinas Perikanan yang sudah membantu warga kami sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting,” tandas Yusuf. (JBX)