Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus menjalankan upayanya untuk mengubah Kota Tepian menjadi pusat peradaban, dan langkah ini mendapatkan dukungan penuh dari DPRD Kaltim. Pernyataan ini muncul dalam dialog pembangunan yang diadakan oleh PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda, di mana anggota Komisi III DPRD Kaltim, Sutomo Jabir, memberikan pandangannya.

Dalam dialog yang bertemakan ‘Telaah Kota Peradaban Menuju Kaltim Yang Berdaulat’ di aula Rektor Unmul pada Jumat (29/9/2023), Sutomo Jabir mengklaim bahwa pencapaian Kota Peradaban oleh Pemkot Samarinda tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi yang diterima dari Pemprov, khususnya melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. “Setiap tahunnya Pemprov mendukung setiap program kabupaten/kota dengan menggelontorkan anggaran ratusan miliar. Melalui anggaran tersebut diharapkan mampu dimanfaatkan secara maksimal,” ungkap Sutomo Jabir.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Pemprov telah menugaskan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) untuk turut serta dalam menangani masalah di kabupaten/kota, termasuk penanganan banjir.

Sutomo Jabir juga memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkot Samarinda dalam menghapus aktivitas tambang di wilayahnya. Ia menyoroti bahwa penghapusan aktivitas tambang merupakan langkah penting mengingat lubang tambang dapat menjadi salah satu penyebab banjir. “Sikap Samarinda terhadap penghapusan aktivitas tambang di wilayah kota sangat perlu diapresiasi, karena salah satu faktor penyebab banjir tidak lepas dari lubang tambang,” ungkapnya.

Menyikapi masalah banjir, Sutomo Jabir menekankan perlunya perhatian serius dari pemerintah terhadap faktor-faktor penyebab, termasuk penumpukan sampah dan aktivitas tambang ilegal. Ia mendorong agar semua wilayah, bukan hanya di daerah kota, mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah untuk penanganan yang lebih cepat. Dengan dukungan penuh dari DPRD Kaltim, Pemkot Samarinda diharapkan dapat terus maju dalam mewujudkan visinya sebagai Kota Peradaban. (Adv)