Loadingtea

NUSSA.CO, PPU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyuguhkan pertunjukan drama bertema edukasi berjudul “Judi Online (Judol) adalah Maut” dalam Pentas Seni dan Gebyar UMKM yang digelar di Alun-Alun Penyumbolun, kompleks Pemerintah Kabupaten PPU. Kegiatan ini bertujuan memberikan hiburan sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang dampak destruktif judi online terhadap kehidupan.

Drama ini menyoroti kehidupan Fauzan, seorang kepala keluarga yang terjebak dalam lingkaran kecanduan judi online. Akibatnya, ia menghadapi kehancuran finansial dan keretakan hubungan keluarga. Dengan alur cerita yang penuh emosi, penonton diajak menyelami bagaimana kecanduan judi online dapat menghancurkan individu dan lingkungannya.

Ketua Tim Drama Diskominfo PPU, Khairuddin, yang mewakili Kepala Diskominfo, menjelaskan bahwa pertunjukan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai literasi digital.

“Cerita ini adalah peringatan nyata tentang dampak negatif judi online. Kami ingin masyarakat lebih memahami bahaya ini dan bagaimana menjauhinya,” ujar Khairuddin. Sabtu (9/11/2024)

Selain mengangkat isu judi online, Diskominfo juga menyisipkan pesan literasi digital yang relevan, seperti bahaya tautan mencurigakan di internet dan pentingnya memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak menggunakan teknologi digital dan menghindari jebakan yang dapat merugikan, seperti judi online dan hoaks,” tambahnya.

Pertunjukan ini menjadi bagian dari komitmen Diskominfo PPU untuk menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman. Dengan pendekatan kreatif melalui seni, pemerintah berharap masyarakat lebih mudah memahami dan menerima pesan-pesan penting tersebut.

“Kami terus berupaya melakukan sosialisasi agar masyarakat terhindar dari pengaruh buruk seperti judi online. Dengan edukasi ini, kami ingin mendorong terciptanya keluarga yang harmonis dan komunitas yang bebas dari ancaman perjudian,” pungkas Khairuddin.

Acara ini juga menjadi ajang bagi UMKM lokal untuk menampilkan produk mereka, sehingga memberikan manfaat ganda: edukasi sosial dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan antusiasme penonton yang tinggi, Diskominfo PPU optimistis kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. (Adv/DiskominfoPPU)