DPRD Balikpapan Dorong Pemerintah Pusat Tanggap Dampak Daerah Penyangga IKN
NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menyampaikan bahwa pihaknya akan berusaha membawa persoalan dampak sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) ke tingkat pusat.
Langkah ini diambil untuk mendorong realisasi bantuan dari pemerintah pusat dalam menangani berbagai dampak yang dihadapi Balikpapan, terutama yang berkaitan dengan perpindahan ibu kota.
Alwi menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Balikpapan telah semakin terbebani dengan proyek-proyek strategis nasional, termasuk perluasan kilang Balikpapan dan pembangunan IKN Nusantara.
Salah satu dampak nyata yang dirasakan adalah meningkatnya pertumbuhan penduduk, seiring kedatangan sekitar 20 ribu tenaga kerja yang terlibat dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).
Ditambah lagi, proyek pembangunan IKN juga menarik puluhan ribu tenaga kerja, yang membuat Balikpapan menghadapi tantangan besar dalam menghadapi lonjakan penduduk dan mobilitas yang tinggi.
“Sekarang, sekitar 80-90 persen orang yang menuju IKN pasti singgah di Balikpapan, sementara pembangunan kota kita ini belum siap 100 persen,” ungkap Alwi, menggarisbawahi ketidaksiapan infrastruktur dan fasilitas kota dalam mengakomodasi dampak ini, Senin 18 November 2024.
Alwi juga menyoroti persoalan lain yang muncul, seperti kemacetan lalu lintas dan krisis air bersih. “Empat atau lima tahun lalu, kita tidak begitu kerepotan soal air bersih, tetapi sekarang warga banyak mengeluh tentang kekurangan air bersih,” tambahnya.
Meskipun demikian, Balikpapan sejauh ini hanya mengandalkan anggaran daerah untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, yang menurutnya sulit diselesaikan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Alwi menginginkan adanya perhatian lebih dari pemerintah pusat untuk memberikan dukungan anggaran dalam menangani berbagai dampak yang ditimbulkan.
“Kita pelajari dulu, akan kita jalin komunikasi dengan DPR-RI untuk membahas posisi kita sebagai daerah penyangga, dan apa yang bisa pusat bantu untuk mengatasi masalah ini,” tutupnya. (*/ADV/DPRD Balikpapan/her).
Tinggalkan Balasan