Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA — Rencana Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud membangun coastal road atau jalan di atas air yang menghubungkan Jembatan 1 Samarinda dengan Jalan Kapten Soedjono (Jembatan Achmad Amins) mendapat respons positif dari legislatif.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut, namun mengingatkan agar tidak melupakan ketimpangan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman dan pesisir.

“Kita saling mendukung jika adanya pembangunan coastal road dan flyover ini menjadi semangat inovasi dan keberanian untuk membawa wajah baru bagi daerah. Coastal road, jika dirancang dengan matang, bisa menjadi ikon baru konektivitas Kaltim,” ungkap Reza, Senin (21/4/2025).

Rencana pembangunan ini digagas untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Otto Iskandardinata dan kawasan Selili, sekaligus mempercantik wajah kota dengan infrastruktur modern di atas Sungai Mahakam.

Namun Reza menegaskan, proyek monumental seperti coastal road harus diimbangi dengan perhatian serius terhadap kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah lain yang masih tertinggal.

“Masih banyak ruas jalan provinsi di daerah pedalaman, pesisir, dan perbatasan yang rusak dan membutuhkan anggaran besar untuk perbaikan maupun peningkatan kualitas. Jalan-jalan inilah yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat, penghubung antar kecamatan, serta akses utama menuju pusat layanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai, semangat membangun tidak boleh hanya berhenti pada penciptaan ikon baru, melainkan juga harus didasarkan pada pemetaan prioritas yang berpihak pada masyarakat luas.

“Jangan sampai pembangunan yang bersifat monumental justru mengalihkan fokus dari kebutuhan dasar yang lebih mendesak,” ucap Reza.

Sebagai lembaga pengawas pembangunan, Komisi III DPRD Kaltim, kata Reza, akan terus mengawal setiap rencana dan pelaksanaan proyek agar sejalan dengan aspirasi masyarakat.

“Kami siap mengawal proses ini agar setiap program pembangunan tetap berpihak pada rakyat, berimbang antara visi besar dan kebutuhan dasar. Karena pada akhirnya, tujuan utama dari pembangunan adalah menghadirkan kemudahan dan keadilan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” tandasnya. (ADV)