DPRD Kaltim Soroti Tingginya Harga Sembako di Perbatasan, Infrastruktur Jadi Kunci Solusi
NUSSA.CO, SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menyoroti persoalan harga kebutuhan pokok yang masih tinggi di wilayah perbatasan Kaltim. Ketimpangan harga sembako antara wilayah kota dan daerah terpencil disebutnya menjadi beban serius bagi masyarakat, terutama yang hidup dari sektor informal.
Pernyataan itu disampaikan Hasanuddin saat menghadiri acara Halalbihalal yang digelar oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, di Pendopo Odah Etam, Samarinda. Acara tersebut dihadiri pula oleh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para kepala daerah se-Kaltim.
“Salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat di daerah perbatasan adalah harga sembako yang jauh lebih mahal dibandingkan wilayah perkotaan. Ini menjadi beban berat bagi warga, terutama mereka yang bergantung pada sektor informal,” ujar Hasanuddin. Kamis, (1/5/2025).
Ia menilai, tingginya harga kebutuhan pokok di daerah perbatasan disebabkan oleh sulitnya akses logistik akibat buruknya infrastruktur jalan. Ia pun mendorong percepatan pembangunan konektivitas untuk menurunkan biaya distribusi.
“Pak Gubernur juga menyoroti hal ini. Solusi yang diusulkan adalah pembangunan akses jalan yang lebih baik untuk memangkas jarak tempuh dan menurunkan biaya distribusi. Ini langkah yang baik, tetapi perlu segera direalisasikan,” ucapnya.
Tak hanya soal harga, Hasanuddin juga menekankan pentingnya sinergi antarpemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota dalam membenahi infrastruktur di daerah pedalaman yang selama ini terabaikan. Ia berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pemerataan pembangunan dan menekan disparitas ekonomi antarwilayah.
Acara Halalbihalal ini juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan sektor swasta yang diharapkan dapat ikut terlibat dalam mendukung agenda pembangunan dan pemerataan harga kebutuhan pokok di daerah perbatasan Kalimantan Timur. (ADV)
Tinggalkan Balasan