Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Syarifuddin Oddang, menegaskan pentingnya penegakan aturan lalu lintas yang konsisten, khususnya dalam pembatasan jam operasional kendaraan berat. Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk trailer di Simpang Muara Rapak, Balikpapan Utara, semakin menguatkan kekhawatiran tentang ketidakpatuhan terhadap regulasi yang ada.

Meskipun Surat Edaran Wali Kota Balikpapan mengenai pembatasan jam operasional kendaraan berat sudah dikeluarkan, Oddang mengungkapkan bahwa pelaksanaannya di lapangan masih belum optimal. “Aturan yang telah ditetapkan jelas, namun kenyataannya kendaraan berat masih sering melintas di luar jam yang telah ditentukan. Hal ini menambah potensi kecelakaan, terutama di kawasan rawan seperti Simpang Muara Rapak,” jelasnya.

Kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor itu, menurut Oddang, menyoroti betapa pentingnya penegakan hukum yang tegas dan konsisten dalam mencegah kejadian serupa. Ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih baik antara instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Kepolisian, dalam menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi. Tanpa koordinasi yang kuat dan keseriusan dalam penegakan aturan, kecelakaan yang mengancam nyawa warga akan terus terjadi.

Oddang juga mengingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap aturan ini harus direspons dengan sanksi yang jelas. Menurutnya, penegakan hukum bukan hanya soal menindak individu yang melanggar, tetapi lebih penting lagi untuk memastikan keselamatan masyarakat secara keseluruhan. “Pelanggaran terhadap aturan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Keamanan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama,” ujar Oddang.

DPRD Kota Balikpapan juga menekankan perlunya peningkatan pengawasan terhadap kendaraan berat, terutama pada jam-jam yang telah ditetapkan dalam regulasi. “Pengawasan yang lebih ketat sangat penting agar kendaraan yang melanggar aturan bisa segera ditindak. Tidak hanya itu, perlu juga dilakukan evaluasi dan revisi terhadap regulasi yang ada agar lebih relevan dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Oddang berharap agar dengan langkah tegas dalam penegakan hukum dan keterlibatan semua pihak, kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat dapat diminimalkan. Ia mengingatkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Penegakan aturan yang lebih konsisten dan efektif, diharapkan dapat menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh warga Balikpapan. (Adv)