Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah, khususnya untuk wilayah-wilayah tertinggal seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan penting, namun tidak bisa menggeser urgensi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

“Kalau jalannya sambil berjalan aja. Tapi manusianya pintar enggak, harus dipintarkan dulu. Pintar itu juga harus sehat, makanya kesehatan juga harus diperhatikan,” ungap Ekti dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Rabu, (7/5/2025).

Ia menyatakan bahwa DPRD Kaltim berkomitmen mengawal visi-misi gubernur dan wakil gubernur melalui dokumen RPJMD dan RKPD. Program GratisPol—yang mengedepankan layanan pendidikan dan kesehatan gratis—menurutnya, harus didorong bersamaan dengan pembangunan sekolah dan rumah sakit unggulan di wilayah pedalaman.

“Kalau dari provinsi enggak ada masalah, karena kami yang kawal RPJMD dan RKPD-nya. Nah, pemerintah kabupaten ini harus mensinkronkannya,” ujar Ekti.

Dalam forum yang juga dihadiri Bappenas, Ekti menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di beberapa kabupaten, termasuk Kutai Barat, Mahakam Ulu, dan Paser. Ia mengkritik pola pikir kepala daerah yang cenderung fokus pada proyek fisik, namun abai pada investasi jangka panjang di sektor manusia.

“Ini soal mindset kepala daerah. Jangan hanya mau bikin ini-bikin itu, padahal yang paling penting adalah SDM. Itu yang harus connect dengan visi-misi pemerintah provinsi,” tegasnya.

Ekti juga menanggapi proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim pada tahun 2026, yang diperkirakan hanya mencapai Rp18 triliun. Meski demikian, ia tetap optimistis angka tersebut dapat pulih hingga menyentuh Rp20 triliun seperti tahun sebelumnya.

“Itu baru Februari kemarin. Siapa yang bisa prediksi 10 bulan ke depan, saya yakin pasti tercapai,” ucapnya.

Ia menambahkan, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi tugas utama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim. Ia menyebut Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati, sebagai sosok yang diyakini mampu menggenjot penerimaan daerah.

“Itu tugas Bu Ismi, saya yakin beliau mampu meningkatkan PAD Kaltim,” tutupnya.  (ADV)