Empat Desa Masih Tertinggal di Kutai Barat, Yovania Anggota DPRD Kaltim Minta Evaluasi Serius
NUSSA.CO, SAMARINDA – Di tengah geliat pembangunan Kalimantan Timur yang terus melaju, empat desa di Kabupaten Kutai Barat masih berstatus tertinggal. Kondisi ini menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur, yang meminta agar pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun strategi penanganan yang konkret.
“Empat desa ini butuh penanganan cepat. Jangan sampai mereka terus tertinggal di tengah kemajuan daerah lain,” ujar Anggota DPRD Kaltim, Yovania. Rabu, (7/5/2025).
Yovania menilai, distribusi pembangunan di Kaltim belum merata. Wilayah pedalaman seperti Kutai Barat menurutnya masih membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam aspek infrastruktur dasar, akses layanan publik, dan penguatan ekonomi desa.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas institusi dalam menangani ketertinggalan tersebut.
“Pemerintah provinsi, kabupaten, dan DPRD harus duduk bersama menyusun langkah konkret. Kalau tidak sinergi, hasilnya tidak akan maksimal,” ucapnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Kutai Barat dan Mahakam Ulu, Yovania menyebut dirinya berkewajiban menyuarakan aspirasi masyarakat di pelosok.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pencapaian kota-kota besar, tetapi dari seberapa jauh masyarakat di daerah tertinggal ikut terangkat kualitas hidupnya.
“Pembangunan itu harus menyentuh semua, bukan hanya kota besar atau wilayah industri,” pungkasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika tidak ditangani secara serius, desa tertinggal dapat menjadi beban jangka panjang yang memperbesar ketimpangan sosial antarwilayah di Kalimantan Timur.
Yovania berharap perhatian terhadap desa tertinggal tidak hanya bersifat musiman, tetapi menjadi agenda tetap dalam perencanaan pembangunan jangka menengah dan panjang di tingkat provinsi. (ADV)
Tinggalkan Balasan