Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA — Ketua Fraksi PKS DPRD Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, menyoroti sejumlah aset milik Pemerintah Provinsi Kaltim yang hingga kini belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Salah satunya adalah gedung UMKM Center yang telah menelan anggaran sekitar Rp66 miliar, namun belum juga dimanfaatkan.

“UMKM Center itu sudah menelan anggaran sekitar 66 miliar, tapi sampai sekarang belum dimanfaatkan. Ini menyimpan persoalan besar,” ucap Firnadi, Sabtu, (3/5/2025).

Firnadi menilai pemerintah daerah seharusnya segera mengambil langkah konkret dalam pengelolaan aset-aset tersebut agar tidak menjadi beban anggaran semata. Ia juga menyoroti keberadaan Hotel Atlet yang menurutnya sudah selesai dibangun, namun belum difungsikan secara maksimal.

“Kita harus mulai berpikir, apakah akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau seperti apa. Yang jelas, pemanfaatannya harus segera dilakukan. Hotel Atlet ini sudah menelan anggaran ratusan milyar, sayang kalau tidak dimanfaatkan,” tambahnya.

Menurut anggota Komisi II DPRD Kaltim ini, aset yang mangkrak bukan hanya merugikan dari sisi efisiensi anggaran, tetapi juga menyia-nyiakan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pemanfaatannya harus diarahkan untuk menambah PAD dan memberi manfaat luas kepada masyarakat, apalagi jika bisa mengakselerasi kegiatan sosial ekonomi,” ungkapnya.

Firnadi juga menegaskan bahwa dari sisi regulasi, pemerintah daerah sejatinya sudah memiliki payung hukum yang cukup untuk mengelola aset. Yang dibutuhkan saat ini hanyalah keberanian dan kecermatan dalam menyusun formulasi kerja sama yang tepat.

“Payung hukum sudah ada. Jumlah tarif juga sudah ada dasar hukumnya. Tinggal dicari polanya, dengan siapa bekerja sama, dan semua itu bisa dilakukan di bawah payung perda,” tandasnya. (ADV)