Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Fraksi Partai Gerindra dalam rapat paripurna yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan 2025, Senin 18 November 2024, mengusulkan alokasi dana pendidikan untuk subsidi bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di sekolah swasta.

Melalui juru bicaranya, Rahmatiah, Gerindra menekankan pentingnya memastikan pendidikan yang inklusif dengan menggunakan sebagian dari 20 persen anggaran pendidikan untuk membantu meringankan biaya uang pangkal dan kebutuhan dasar lainnya.

Rahmatiah menjelaskan bahwa meskipun sekolah negeri memiliki anggaran yang memadai, banyak siswa dari keluarga kurang mampu memilih sekolah swasta karena terbatasnya kapasitas sekolah negeri.

Biaya uang pangkal yang tinggi sering kali menjadi hambatan utama bagi mereka. Oleh karena itu, Fraksi Gerindra mengusulkan subsidi uang pangkal di sekolah swasta, termasuk biaya seragam dan uang pembangunan, untuk membantu siswa yang kurang mampu.

“Kami berharap sebagian anggaran pendidikan dapat digunakan untuk subsidi ini, agar pendidikan di Balikpapan lebih merata dan inklusif,” jelas Rahmatiah.

Selain itu, Rahmatiah juga mengingatkan perlunya perbaikan fasilitas pendidikan di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Fraksi Gerindra mendesak pemerintah daerah untuk fokus pada pengembangan kualitas pengajaran serta infrastruktur pendidikan.

Rahmatiah menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru, karena kualitas pengajaran adalah kunci utama menciptakan generasi yang siap bersaing.

“Kami mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan sektor pendidikan untuk menciptakan program pelatihan guru yang berkualitas,” tegasnya.

Dengan pengelolaan dana pendidikan yang tepat, Fraksi Gerindra yakin pendidikan di Balikpapan bisa lebih merata dan berkualitas. (*/ADV/DPRD Balikpapan/her)