Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Abdul Rahman Agus, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Hingga kini, jalan tersebut masih jauh dari layak dan kerap dikeluhkan masyarakat karena berlumpur dan sulit dilalui.

Padahal, berdasarkan pembagian kewenangan, beberapa segmen jalan itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. “Dari titik nol Tering (Kubar) sampai Simpang PT RTC di Kampung Mamahak Teboq, itu masuk kewenangan Pemprov Kaltim,” ujar Abdul Rahman. Kamis, (15/5/2025).

Adapun ruas dari Simpang PT RTC hingga Kampung Long Melaham di Kecamatan Long Bagun ditangani menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut politisi Partai Amanat Nasional itu, masyarakat Mahulu sudah bertahun-tahun menghadapi infrastruktur jalan yang buruk. Hal ini berdampak serius terhadap mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan tersebut.

“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan Pak Gubernur dan menyampaikan langsung mengenai akses Kubar-Mahulu. Kita berharap itu bisa segera ditangani,” ucapnya.

Sebelum resmi dilantik, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud sempat meninjau langsung kondisi jalan saat berkunjung ke Mahulu. Dalam kunjungan tersebut, ia menyatakan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di wilayah itu.

Namun, Abdul Rahman menegaskan bahwa pernyataan itu harus dibuktikan dengan langkah konkret.

“Pasca kunjungan beberapa waktu lalu itu, beliau komitmen ingin membangun jalan Kubar-Mahulu,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat bersabar dan memastikan bahwa dirinya akan terus mengawal aspirasi warga, khususnya terkait akses jalan yang menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita lihat dalam setahun ini di mana komitmen kita sebagai DPRD provinsi. Kita akan dorong beliau (Gubernur Kaltim). Insya Allah tahun ini beliau komitmen,” ungkapnya.

Kondisi jalan Kubar-Mahulu yang masih berupa tanah dan sering berlumpur membuat warga kesulitan, terutama saat musim hujan. Situasi ini semakin parah setelah terjadi longsor di wilayah Kenalung, Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun.

Longsor tersebut menyebabkan akses terputus total dan memperparah penderitaan warga, terutama di kabupaten yang baru berusia 11 tahun itu.

Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun, juga tak henti menyuarakan keluhan serupa. Ia berharap pemerintah pusat dan provinsi segera mengambil langkah cepat dan tegas.

“Ada beberapa ruas jalan yang memang sudah mendapat penanganan. Namun masih banyak pula yang kondisinya sangat memprihatinkan. Kita harap yang masih berlumpur ini bisa segera dilakukan perbaikan, kasihan warga kami di sini,” pungkasnya. (ADV)