Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menerima gelar kehormatan adat “Bamba Manurung” dari Kerajaan Balanipa Mandar dalam sebuah prosesi adat yang digelar di Ruang Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, pada ahad malam, 4 Mei 2025.

Gelar tersebut dianugerahkan langsung oleh Arajang Balanipa, Bau Arifin, dalam acara yang dihadiri tokoh-tokoh adat, Ketua Kerukunan Keluarga Mandar (KKM) Prof. Masjaya, tokoh perempuan, serta keluarga besar I Manyambungi Todilaling dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.

Hasanuddin, yang akrab disapa Hamas, hadir didampingi sang istri, Syarifah Nur Fadiah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas penghargaan budaya tersebut dan mengajak seluruh masyarakat Mandar untuk menjaga nilai-nilai leluhur dan mempererat silaturahmi.

“Ini sesuai tema yang disampaikan, Manus siparappe, Malilu sipaingarang, Ra’ba sipakedde. Ini mempunyai makna yang sangat luas,” ucap Hamas. Rabu, (7/5/2025).

Ia menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai penanda kekuatan moral, kehormatan, dan persaudaraan dalam komunitas Mandar, khususnya di tanah perantauan seperti Kalimantan Timur.

“Mudah-mudahan di tahun ke depan ini akan dibangun asrama Mandar di Provinsi Kalimantan Timur. Agar supaya anak-anak Mandar dari Sulawesi Barat tidak hanya fokus ke Sulawesi Selatan, tapi juga bisa berkembang di Kaltim,” ucapnya.

Hamas juga mendorong kerja sama konkret antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dengan Kalimantan Timur dalam bidang pangan, khususnya untuk distribusi beras. Ia menyebut peluang kerja sama bisa difasilitasi melalui perusahaan daerah.

“Ini perlu dikerjasamakan antara perusahaan daerah dengan pemerintah Kalimantan Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKM Kaltim Prof. Masjaya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kehadiran langsung Arajang Balanipa di Kalimantan Timur untuk menganugerahkan gelar adat tersebut.

“Kami masyarakat Kalimantan Timur, secara khusus Ketua DPRD, justru merasa terhormat karena Arajang Balanipa yang datang ke sini memberikan gelar,” ungkap Masjaya.

Ia menegaskan, pemberian gelar adat tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui proses yang ketat dan selektif oleh para pemangku adat.

“Ini tidak sembarangan. Sangat memenuhi syarat untuk mengemban nama gelar adat yang akan diberikan,” tegasnya.

Gelar “Bamba Manurung” yang diterima Hasanuddin Mas’ud diyakini sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya dalam memperkuat nilai-nilai budaya, persaudaraan, dan kepemimpinan di tengah masyarakat Mandar di Kalimantan Timur. (ADV)