Loadingtea

NUSSA.CO, SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025–2029.

Ia menyoroti masih adanya sejumlah program perangkat daerah yang belum tercakup dalam daftar indikator prioritas, termasuk program dari Sekretariat DPRD dan pengelola rumah sakit daerah.

“Perencanaan dari RPJMD penting dievaluasi agar proses perencanaan lebih inklusif, adil, dan menyeluruh. Jangan sampai program yang menyentuh langsung masyarakat malah tertinggal. Kita perlu evaluasi dan penyelarasan menyeluruh,” ujar Hasanuddin Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Rabu, (7/5/2025).

Dalam rancangan RPJMD 2025–2029, tercatat 64 program prioritas, dengan 26 di antaranya merupakan program baru. Namun, menurut Hasanuddin, RPJMD bukan sekadar daftar proyek, melainkan peta jalan menuju visi jangka panjang “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas 2045”.

Ia menegaskan, dokumen perencanaan itu harus menyatu dengan semangat keberpihakan pada masyarakat kecil, antara lain melalui penguatan program-program unggulan daerah seperti Gratis Pol dan Gas Pol.

Gratispol dan Gaspol adalah bentuk nyata bahwa pembangunan harus memihak pada rakyat kecil. Ini harus menjadi roh dalam RPJMD kita,” ucapnya.

Gratispol merupakan program pendidikan dan kesehatan gratis, sedangkan Gaspol merujuk pada percepatan pembangunan berbasis sektor unggulan dan inklusi ekonomi kerakyatan.

Hasanuddin juga menyinggung tahapan penting yang telah dilalui bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, termasuk penetapan rancangan awal RPJMD dalam rapat paripurna DPRD pada 16 April 2025, sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.

“Kita sudah on track. Sesuai instruksi, RPJMD harus disahkan paling lambat 5 Juli 2025 dan perda tentang RPJMD ditetapkan maksimal 15 Agustus 2025,” ungkapnya.

Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar penyusunan RPJMD ke depan tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi benar-benar menjadi alat transformasi sosial dan ekonomi bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur. (ADV)