Loadingtea

NUSSA.CO, BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk segera merealisasikan pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta, Kilometer 5,5, Kecamatan Balikpapan Utara. Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa pasar ini sangat dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan distribusi bahan pokok pada Pasar Pandansari di Balikpapan Barat.

“Distribusi bahan pokok selama ini terpusat di Pasar Pandansari, menyebabkan kepadatan lalu lintas truk besar di dalam kota. Ini tak jarang berujung pada kecelakaan lalu lintas,” ujar Fauzi, Jumat (24/1/2025)

Pembangunan Pasar Induk telah menjadi salah satu topik utama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan. DPRD dan Pemkot telah menyepakati lokasi pembangunan di Kilometer 5,5, namun proyek ini mengalami stagnasi meski Detail Engineering Design (DED) telah tersedia sejak 2005.

“DED sudah ada sejak 2005, tetapi harus direvisi agar sesuai dengan kondisi saat ini, termasuk penyesuaian anggaran akibat kenaikan harga bahan bangunan,” jelasnya.

Fauzi berharap revisi DED dapat dimasukkan dalam anggaran perubahan tahun 2025 agar pembangunan fisik bisa dimulai pada 2026. Dengan adanya Pasar Induk, distribusi bahan pokok diharapkan lebih merata, mengurangi beban lalu lintas di pusat kota, dan menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih efisien bagi masyarakat Balikpapan. (Adv)